Kontribusi Tambang Bagi Pendapatan Negara Capai Rp 46,6 Triliun

Manfaat tambang dalam kehidupan sehari-hari dapat diamati secara mudah, seperti pada produk mineral tembaga yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar penghantar listrik (konduktor), produk batu bara yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, alumunium untuk industri packaging, dan nikel yang dimanfaatkan sebagai bahan baterai isi ulang. Namun masyarakat masih menilai industri tambang hanya berdampak negatif pada lingkungan.

Baca juga artikel terkait Kontribusi Tambang Bagi Pendapatan Negara Capai Rp 46,6 Triliun:

  1. Peluang dan Tantangan Sektor Pertambangan Pada 2019
  2. Analisa Pertambangan Batubara Indonesia
  3. Mengenal Sejumlah Regulasi yang Mengatur CSR di Indonesia
  4. ESDM Luncurkan Aplikasi MVP Penjualan Batubara
  5. Mengintip 6 Lokasi Bekas Tambang Yang Kini Jadi Tempat Wisata
  6. Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia, Inilah 10 diantaranya!
  7. Cadangan Nikel Indonesia Tinggal 10 Tahun Lagi!
  8. Harga Batu Bara Jadi Faktor Penentu Tarif Listrik 2020
  9. Kontribusi Tambang Bagi Pendapatan Negara Capai Rp 46,6 Triliun

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan. Begitu besarnya potensi sektor pertambangan ini sehingga menjadi salah satu penyumbang utama dari PNBP. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas sektor mineral dan batu bara pada Desember 2018 tercatat mencapai Rp.46,6 triliun.

Hampir seluruh aspek dalam kegiatan sehari-hari dipermudah dengan adanya elemen yang dihasilkan oleh tambang. Industri pertambangan juga mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat karena tingginya penyerapan sumber daya manusia di sektor tersebut.