Kontribusi Petrosea Lawan Pandemi

Kontribusi Petrosea Lawan Pandemi

Kontribusi Petrosea Lawan Pandemi
Kontribusi Petrosea Lawan Pandemi

Demi menekan laju penyebaran Covid-19, perusahaan Petrosea berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pemkot Samarinda untuk menyediakan fasilitas kesehatan bagi Rumah Sakit rujukan Covid-19.

Petrosea berupaya melengkapi Fasilitas Observasi Mandiri (FOM) di RS Karantina Badan Pelaksana Kesehatan (Bapelkes) Kota Samarinda dan Wisma Atlet Tenggarong Kab Kutai Kartanegara.

Dua lokasi tersebut adalah fasilitas rujukan pemerintah bagi karyawan Petrosea dalam pelaksanaan karantina covid-19.

“Bantuan Petrosea berupa alat penunjang fasilitas ruangan dan material alat kesehatan Covid 19 telah diserahkan pada 3 September 2020 secara langsung oleh perwakilan manajemen Pak Ridwan Rasyid dari HSE Dept kepada Tim Panitia Gugus Tugas Covid 19 di 2 lokasi tersebut,” kata Penanggung Jawab CSR Petrosea (Tabang Project) Wahyu Di Rizqo.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kukar Martina Yulianti, optimalisasi faskes sebagai upaya untuk menekan jumlah paparan penderita covid-19, perlu diberdayakan dan dilaksanakan semua pihak, termasuk unsur perusahaan swasta.

Sementara itu, mewakili Dinas Kesehatan Samarinda, dr Osha menyambut baik pola kerja sama tersebut untuk memaksimalkan kinerja para petugas medis di lokasi karantina.

Sementara itu, Petrosea memaknai kerjasama partnership sebagai kegiatan positif yang dapat terus dilakukan ke depan.

Pemberian bantuan fasilitas kesehatan merupakan sebuah bentuk perhatian dan sekaligus realisasi dari Program CSR Petrosea (Tabang Project).

“Pada masa pandemi, program CSR masih dapat dioptimalkan melalui program Filantropi untuk support penanganan covid-19 secara bergandengan bersama pemerintah setempat dalam upaya memutus mata rantai penularan,” kata Wahyu.

Baca Juga: Saham Batu Bara Mulai Mengudara

Petrosea berharap, masa pandemi ini menjadi proses belajar untuk mengembangkan budaya gotong royong bagi semua pihak dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yg diberikan pemerintah kepada peserta karantina.

“Dengan demikian hal tersebut diharapkan dapat menekan angka paparan penderita Covid 19 di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di Kecamatan Tabang,” kata Wahyu.