Konsumsi Cina Lesu Batu Bara Berpotensi Melemah

Konsumsi Cina Lesu Batu Bara Berpotensi Melemah

Konsumsi-Cina-Lesu-Batu-Bara-Berpotensi-Melemah
Konsumsi Cina Lesu Batu Bara Berpotensi Melemah

Kondisi roda perekonomian di China belum pulih seutuhnya. Perdagangan dan aktivitas ekonomi yang lesu tentu akan menimbulkan persepsi bahwa permintaan terhadap energi akan tertekan. Kalau permintaan energi turun, maka harga batu bara juga berpotensi turun.

Faktor negatif yang menekan harga si batu hitam adalah tingkat konsumsi batu bara Negeri Panda yang mengalami tren penurunan.

Penyebabnya adalah permintaan pembangkit listrik yang melemah, dibuktikan oleh stok batu bara yang masih tinggi.

Harga batu bara Newcastle kontrak acuan terkoreksi 5,7% ke di sepanjang pekan lalu secara point-to-point. Pada akhir pekan lalu, harga batu bara berada di level US$ 103,4/Metrik Ton (MT), masih lebih rendah dari sepekan sebelumnya sebesar US$ 109,65/MT.

Dengan level saat ini, harga batu bara masih betah berada di di level terendahnya nyaris dalam 6 bulan terakhir, atau sejak pertengahan Mei 2018. Harga si batu hitam bahkan sempat melemah selama 5 hari berturut-turut di pekan lalu.

Melambatnya perekonomian Benua Kuning akibat perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Plus meningkatnya stok batu bara di China, menjadi faktor utama pemberat harga batu bara di sepanjang pekan lalu.

Pekan lalu, angka Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur periode Oktober tercatat 50,2. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 50,8.

Baca Juga: Kilau Sinar Harga Emas Memudar

Angka di atas 50 menandakan pelaku usaha masih optimistis, tetapi optimisme itu memudar.

Sepertinya China sudah mulai merasakan dampak signifikan dari perang dagang dengan AS. Maklum, AS adalah pasar ekspor utama China. Tahun lalu, nilai ekspor China ke AS tercatat US$ 431,7 miliar atau 19% dari total ekspor mereka.