Konsumsi Batu Bara untuk PLTU Meningkat

Konsumsi Batu Bara untuk PLTU Meningkat

Konsumsi Batu Bara untuk PLTU Meningkat
Konsumsi Batu Bara untuk PLTU Meningkat

Kementerian ESDM mencatat konsumsi batu bara untuk sektor kelistrikan terus naik.

Peningkatan tersebut ‎seiring bertambahnya pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot.

Ia mengatakan penyerapan batu bara untuk dalam negeri pada 2018 sebesar 115 juta ton. Batu bara tersebut mayoritas diserap sektor kelistrikan sebesar 91,14 juta ton.

“Untuk kelistrikan realisasi penyerapan 99 persen, sebesar 91,14 juta ton‎,” kata Bambang

Konsumsi batu bara sektor kelistrikan mengalami kenaikan, sejak 2014 dari 65,98 juta ton. Di 2015 sebesar 70,80 juta ton, di 2016 tercatat 75,4 juta ton, dan pada 2017 mencapai 83 juta ton.

“PLTU dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, dari 83 juta ton 2018 naik ke 91,14 juta ton,” tuturnya.

Bambang mengungkapkan, naiknya konsumsi batu bara sektor kelistrikan dipicu oleh bertambahnya pengoperasian PLTU yang telah diselesai dibangun PT. PLN (Persero) dan perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

“Ya karena pembangkitnya yang beroperasi bertambah, perkembangan ekonomi,” tuturnya.

Baca Juga: Benarkah Dunia Tambang Tak Lagi Berkilau?

Pada 2018 produksi batu bara ‎528 juta ton, lebih tinggi dari target 485 juta ton. Sementara batu bara yang diekspor mencapai 395 juta ton lebih tinggi dari target 364 juta ton.