Konsumsi Batu Bara Dunia Bisa Naik di 2021

Konsumsi Batu Bara Dunia Bisa Naik di 2021
Konsumsi Batu Bara Dunia Bisa Naik di 2021

Berdasarkan laporan IEA, pulihnya Ekonomi 2021 akan menaikan Konsumsi Batu Bara Dunia sampai 2,6%. 

Hal itu juga terjadi disebabkan adanya pulihnya ekonomi dunia akibat naiknya permintaan listrik dan kegiatan industri.

Harga gas alam dan permintaan listrik yang lebih tinggi akan memperlambat penurunan struktural konsumsi batu bara di Uni Eropa dan Amerika Serikat. 

Dimana  keduanya mungkin melihat konsumsi batu bara mereka malah tumbuh untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.

Sementara pada 2025, permintaan batu bara global diperkirakan akan stabil sekitar 7,4 miliar ton.

Tren permintaan batu bara diperkirakan akan bervariasi menurut wilayah selama 5 tahun ke depan.

Meski pada 2021 konsumsi batu bara di Eropa dan Amerika Utara diperkirakan tumbuh, setelah 2021 trennya diperkirakan akan terus mengalami penurunan. 

Meski demikian, konsumsi batu bara gabungan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat saat ini hanya mewakili sekitar 10% dari konsumsi batu bara global maka penurunan lebih lanjut di pasar tersebut tidak akan memiliki pengaruh signifikan di tingkat global.

Di China, permintaan batu bara mencapai titik tertinggi meskipun perkiraan pada 2025 perlu ditinjau ulang setelah dikeluarkannya Rencana Lima Tahun ke-14 pemerintah China. 

Janji China untuk mencapai netralitas karbon sebelum 2060 membutuhkan peta jalan jangka panjang untuk memungkinkan kelancaran transisi ekonomi yang mengkonsumsi 4 miliar ton batu bara setiap tahunnya. 

Sementara India dan beberapa negara lain di Asia Selatan dan Asia Tenggara diperkirakan akan meningkatkan konsumsi batu bara hingga 2025 karena produksi meningkat dan adanya sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara baru.

Di India, prospek permintaan hingga 2025 jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebagai akibat dari pandemi. 

Pada 2025, ASEAN akan menjadi kawasan konsumen batu bara terbesar ketiga, melampaui Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Baca Juga: Capex INDY di 2021 Bisa Sentuh US$130 Juta

Berbeda dengan ASEAN, Pada 2020, beberapa negara membuat komitmen untuk mengurangi penggunaan batu bara pada tahun-tahun mendatang, seperti Korea dan Jepang.

Mereka mengurangi rencana ekspansi batu bara di Vietnam, Bangladesh, dan Filipina, serta pembatalan rencana pengembangan batu bara di Mesir.