Konsumsi Batu Bara dan Pengembangannya

Konsumsi Batu Bara dan Pengembangannya

Konsumsi Batu Bara dan Pengembangannya
Konsumsi Batu Bara dan Pengembangannya

Indonesia  adalah pemain utama batu bara di dunia. Produksi tahunan batu bara RI tembus mencapai 558 juta ton dalam satu tahun.

Tapi Indonesia memiliki kendala eksplorasi yang jika tanpa penemuan cadangan baru, batu bara Indonesia akan habis 71 tahun mendatang. 

Catatan perhitungan tersebut dirilis oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( BPPT) melalui publikasinya yang berjudul Outlook Energi Indonesia 2019. 

BPPT mencatat, cadangan terbukti batu bara di Indonesia pada 2018 sebesar 39,89 miliar ton dengan cadangan potensial sebesar 151,40 miliar ton. 

Produksi batu bara diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 1 persen per tahun.

Sekitar 76 persen dari produksi batu bara diekspor ke luar negeri sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik. 

Sebagian besar pasokan batu bara domestik digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik.

Sisanya, sumber energi ini dipergunakan sebagai bahan bakar pada sektor industri.

Kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik diproyeksikan akan meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 5,9 persen per tahun dari 83 juta ton pada 2017 menjadi 550 juta ton pada 2050. 

Baca Juga: Saham Emiten Batu Bara Mengamuk

Sementara itu, dalam periode waktu yang sama, kebutuhan batu bara untuk industri diprediksi terus tumbuh hingga 4,7 persen per tahun, atau meningkat dari 14 juta ton pada tahun 2017 menjadi 64 juta ton pada tahun 2050.