Konsorsium BUMN Bangun 2 Pabrik Baterai

Konsorsium BUMN Bangun 2 Pabrik Baterai

Konsorsium BUMN Bangun 2 Pabrik Baterai
Konsorsium BUMN Bangun 2 Pabrik Baterai

Inalum akan fokus pada sektor hulunya, yaitu penambangan nikel, sebagai bahan baku baterai. Untuk produk tengah hingga hilirnya di bawah naungan Pertamina dan PLN.

Konsorsium badan usaha milik negara atau BUMN akan membangun dua pabrik baterai.

Perusahaan yang terlibat dalam proyek ini adalah PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero). 

Perusahaan akan fokus pada sektor hulunya, yaitu penambangan nikel, sebagai bahan baku baterai.

Untuk produk tengah hingga hilirnya di bawah naungan Pertamina dan PLN.

Konsorsium perusahaan pelat merah itu sedang menyusun skema pembentukan PT Indonesia Baterai.

Holding ini akan menggandeng mitra lainnya dan membentuk perusahaan patungan (JV).

Perusahaan yang sudah menyatakan tertarik bergabung berasal dari Tiongkok dan Korea Selatan.

Produk baterai dari proyek tersebut bakal memasok keperluan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan penyimpanan energi untuk pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS. 

Rencananya, konsorsium akan mengerjakan dua proyek hilirisasi nikel itu. Biayanya US$ 12 miliar (sekitar Rp 176 triliun) dari hulu ke hilir. Itu hitungannya pendanaan ekuitas pemegang saham dan perbankan.

Konsorsium akan membangun pabrik pengolahan nikel dengan metode high pressure acid leaching (HPAL) dan rotary kiln electric furnace (RKEF).

Lokasi pabriknya di Maluku Utara atau Konawe Utara (Sulawesi Tenggara) dengan estimasi investasi mencapai US$ 3 miliar.

Baca Juga: Hilirisasi Batu Bara ke Methanol Pacu Industrialisasi Kaltim

Orias menyampaikan pasca-akuisisi saham PT. Vale Indonesia, Inalum kini menjadi pemegang cadangan nikel terbesar di Indonesia. Total cadangan tersebut yakni sebesar 30 persen.

Melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan Vale, MIND ID telah menguasai 30,4% penguasaan nikel di Indonesia.

Kondisi ini menjadi potensi untuknya menjadi pemain utama dalam mengelola nikel.