Komoditas Logam Berjatuhan dari Level Tertinggi di 2021

Must read

Komoditas Logam Berjatuhan dari Level Tertinggi di 2021
Komoditas Logam Berjatuhan dari Level Tertinggi di 2021

Harga komoditas logam industri seperti timah, tembaga, dan nikel yang sempat naik  di kuartal pertama 2021 kini mulai berjatuhan dari level tertinggi atau mengalami penurunan yang signifikan. Dari ketiga logam industri tersebut, penurunan harga nikel terlihat paling tajam.

Pada akhir Februari 2021, harga nikel kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) sebesar US$ 19.709 per metrik ton. Kemudian di akhir pekan lalu, harga nikel ini sudah turun ke US$ 16.628 per metrik ton. 

Untuk harga timah kontrak tiga bulan di LME pun mencapai level US$ 26.840 per metrik ton pada Februari lalu. Harga ini merupakan level tertinggi harga timah sejak Agustus 2011. Pada akhir pekan lalu, harga timah sudah turun ke US$ 25.755 per metrik ton.

Sedangkan untuk harga tembaga kontrak tiga bulan di LME juga bergerak serupa dengan angka tertinggi tahun ini US$ 9.412 pada 25 Februari lalu. Ini adalah harga tertinggi tembaga sejak Agustus 2011. Pada akhir pekan lalu, harga tembaga sudah turun ke US$ 8.926 per metrik ton.

Menyikapi penurunan harga komoditas ini, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan, pergerakan harga timah, tembaga, dan nikel mencapai level puncak di kuartal pertama, yang disebabkan oleh sentimen mobil listrik. 

Baca Juga : Perhatian! ANTM Bagi Dividen Senilai RP400 Miliar Lebih

Adapun alasan mengapa harga nikel yang sempat melejit, menurut Ibrahim, karena sentimen larangan ekspor dan Uni Eropa (UE) yang melakukan perlawanan melalui World Trade Organization (WTO) 

“Ketiganya adalah bahan dasar untuk pembuatan mobil listrik,” kata Ibrahim.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article