Komoditas Batu Bara Diramal Masih Suram!

Komoditas Batu Bara
Tambang Batu Bara

Laporan Bank Indonesia (BI) yang dikutip Senin (28/10/2019) mengungkapkan harga komoditas andalan ekspor RI yakni batu bara bisa terjungkal lebih dalam. Hal ini didasari adanya ketegangan hubungan dagang AS dan China yang masih berlangsung. Ketegangan tersebut menurunkan volume perdagangan dunia serta menekan harga komoditas.

Rilis data terbaru menunjukkan World Trade Volume (WTV) mengalami kontraksi yang lebih dalam yakni sebesar -0,6% (yoy) dibandingkan dengan rilis sebelumnya sebesar -0,4% (yoy). Penurunan volume perdagangan terutama bersumber dari kinerja perdagangan emerging market Asia. Penurunan permintaan India terjadi seiring dengan perlambatan ekonomi dan rencana penurunan impor India atas batu bara low calorie karena isu lingkungan.

Baca juga artikel terkait Komoditas Batu Bara Diramal Masih Suram!: PT Petrosea Tbk Berhasil Menjawab Tantangan Pertambangan Era Revolusi Industri 4.0

Harga CPO juga berpotensi turun lebih dalam karena perbaikan permintaan yang tidak setinggi perkiraan meski pasokan menurun seiring dengan kekeringan sejumlah wilayah karena El Nino. Harga logam, kecuali nikel juga berpotensi menurun lebih dalam karena pelemahan permintaan. Sementara, harga minyak masih cenderung menurun. Permintaan minyak lebih rendah dari perkiraan semula seiring dengan pelemahan ekonomi global. Hal tersebut juga menyebabkan rendahnya permintaan investor untuk membeli minyak sebagai investasi.

Faktor sentimen dan perilaku risk off pelaku pasar turut menurunkan permintaan minyak sebagai aset. Potensi konflik yang terjadi di Selat Hormuz diprakirakan mampu menahan penurunan harga minyak lebih lanjut.