Kinerja Saham INDY Bangkit saat Harga Batu Bara Menguat

Must read

Harga batu bara yang kembali menguat ke level US$ 90/ton di pekan ketiga bulan April membuat sejumlah kinerja  emiten produsen batu bara, termasuk saham INDY bangkit perlahan.

Head of Corporate Communications PT Indika Energy Tbk (INDY) Ricky Fernando menyatakan, perseroan berharap pemulihan ekonomi China dapat berdampak baik terhadap kinerja pada tahun ini,  mengingat negara itu adalah pasar utama ekspor batu bara Indonesia. 

Saat ini kami masih melakukan pengkajian internal terkait kemungkinan mengajukan kenaikan target produksi,” kata Ricky pada Selasa (20/4/2021). 

Pada tahun in, saham INDY telah menargetkan produksi batu bara sebesar 31,4 juta ton. Dengan target masing-masing anak usaha yakni PT Kideco Jaya Agung sebesar 30 juta ton dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) 1,4 juta ton.

Seperti yang diketahui, harga batu bara kembali ke level di atas US$90 per ton setelah sempat mendingin pada pekan pertama April 2021. Rilis data pertumbuhan ekonomi China pekan lalu yang menunjukkan pertumbuhan hingga 18,3 persen pada kuartal I/2021 menjadi salah satu pemantik.

Baca Juga : Realisasi INDY ke Non Batu Bara Lewat Konsorsium India

Perekonomian negara konsumen terbesar batu bara itu terus pulih setelah terkontraksi pada kuartal I/2020. Hasil industri dan ekspor yang kuat sejalan dengan permintaan barang-barang medis serta perangkat elektronik buatan China.

Sementara itu, untuk di dalam negeri, pemerintah menetapkan harga batu bara acuan (HBA) naik 2,61 persen atau US$2,21 per ton menjadi US$86,68 per ton untuk periode April 2021. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan tambahan jumlah produksi batu bara sebanyak 75 juta ton untuk penjualan ke luar negeri sehingga target produksi menjadi 625 juta ton pada tahun ini.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article