Kinerja Antam dalam Tekanan

Kinerja Antam dalam Tekanan

Kinerja-Antam-dalam-Tekanan
Kinerja Antam dalam Tekanan

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan mengungkapkan, penerapan social distancing akan berimbas terhadap penurunan aktivitas pabrik. 

Kebijakan pembatasan sosial (social distancing) untuk meredam pandemi Covid-19 berpotensi menekan volume produksi dan penjualan PT. Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) tahun ini. Kinerja perseroan juga dipengaruhi oleh bisnis alumina dan bauksit yang belum menguntungkan. 

Begitu juga dengan permintaan hasil tambang perseroan yang cenderung turun, seiring dengan penurunan ekonomi global akibat dampak pandemi Covid-19.

Mirae memangkas turun proyeksi volume penjualan emas Antam dari 27 ton menjadi 23 ton tahun ini. Begitu juga dengan perkiraan volume penjualan tahun 2021 yang direvisi turun dari 30 ton menjadi 24 ton. 

Sedangkan volume penjualan bijih nikel (nickel ore) direvisi turun dari 4 juta wet metric ton (wmt) menjadi 2 juta wmt tahun 2020. Begitu juga dengan perkiraan volume penjualan nikel perseroan tahun 2021 dari 4 juta wmt menjadi 3 juta wmt.

Sedangkan asumsi rata-rata harga jual bijih nikel dipertahankan pada kisaran US$ 16.500 per ton tahun ini dan diperkirakan naik menjadi US$ 17.000 per ton pada tahun depan.

Proyeksi harga tersebut dipertahankan setelah pabrik di Tiongkok mulai berproduksi dan hingga adanya pengumuman produksi stainless steel.

Sedangkan rata-rata harga jual emas Antam juga dipertahankan sebesar US$ 1.500 per troy ounce tahun ini dan diharapkan naik menjadi US$ 1.550 per troy ounce pada 2021. 

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Jatuh

“Rata-rata harga jual tersebut dipertahankan sejalan dengan perkiraan tingkat suku bunga The Fed yang tidak akan turun hingga di bawah 0%,” tulis Andy dalam risetnya, baru-baru ini.