Keuntungan Negara dari Naiknya Harga Batubara Capai 51%

Must read

Di tengah naiknya harga batubara, Indonesia berpotensi mendapatkan keuntungan pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 51% per tanggal 18 Juni 2021. Nilai PNBP tersebut mencapai 24,78 triliun rupiah atau 63,38% dari target setahun, 39,1 triliun rupiah. PNBP tersebut berupa royalti, sewa tanah (deadrent), penjualan hasil tambang, dan lain-lain.

Keuntungan peningkatan PNBP tersebut disebabkan oleh harga batubara yang terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (22/6/2021), harga batubara menyentuh rekor tertinggi sejak pertengahan 2011 mencapai 123,3 USD/ton.

Harga batubara terus mengalami peningkatan di sepanjang tahun 2021, bahkan sudah mencapai 51% sejak awal tahun.

Hal tersebut disampaikan melalui Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, lonjakan PNBP sektor pertambangan mineral dan batubara ini mencapai 50% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Wafid juga menyampaikan bahwa jika kenaikan harga batu bara ini terus berlangsung, secara otomatis akan menaikkan hak pemerintah dari sektor batubara sebesar 75-80% dari total PNBP.

Peningkatan harga batubara ini juga menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk meningkatkan target produksi batubara mencapai 625 juta ton, naik 75 ton dari target awal 559 juta ton.

Ditengah gempuran sentimen negatif, harga batubara nyatanya masih tetap kuat. Meskipun minggu lalu mengalami koreksi 0,4%, tetapi harga batu bara masih berada di rentang level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga : ESDM: PNBP dari Tambang Capai 42% dari Target

Ditambah dengan adanya dinamika pasar global dan prospek permintaan yang terus membaik, harga batubara terus mengalami penguatan di tengah ketatnya pasokan dan perubahan pasar global akibat tensi geopolitik.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article