Ketegangan Australia-China Dorong Harga Batu Bara

Ketegangan Australia-China Dorong Harga Batu Bara

Ketegangan-Australia-China-Dorong-Harga-Batu-Bara
Ketegangan Australia-China Dorong Harga Batu Bara

Sepanjang minggu ini, harga batu bara acuan internasional di pasar ICE Newcastle (Australia) naik 4,27% secara point-to point.

Dalam sepekan, hanya sehari harga bergerak turun yaitu pada 21 Mei.

Harga batu bara bergerak naik pada perdagangan pekan ini. Ketegangan hubungan Australia-China sepertinya tidak (atau belum) banyak mempengaruhi harga si batu hitam.

Pelaku pasar sempat khawatir hubungan Australia-China yang memburuk bisa menekan harga batu bara.

Relasi Canberra-Beijing menegang setelah pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison mendesak China bertanggung jawab atas penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang menjadi pandemi global.

“Sekarang sangat wajar jika dunia ingin ada kajian independen tentang bagaimana ini semua bisa terjadi. Jadi ke depan kita bisa mencegah situasi serupa terulang kembali,” kata Scott Morrison, Perdana Menteri Australia, seperti diwartakan oleh Reuters.

China merespons perkembangan ini dengan cukup keras. Awal pekan ini, tiba-tiba impor sereal (barley) asal Australia kena bea masuk anti dumping dan subsidi sebesar 80,5% saat masuk ke tanah Negeri Tirai Bambu.

Bahkan bea masuk itu akan dikenakan setidaknya selama lima tahun ke depan, bisa direvisi tergantung situasi dan kondisi.

Tidak hanya barley, China juga mempertimbangkan untuk mempersulit masuknya produk-produk asal Australia lainnya seperti anggur (wine), produk susu (dairy), makanan laut, dan buah-buahan.