Kerja Sama Energi RI dan Arab Saudi

Kerja Sama Energi RI dan Arab Saudi

Kerja-Sama-Energi-RI-dan-Arab-Saudi
Kerja Sama Energi RI dan Arab Saudi

Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel bertemu dengan Putra Raja Salman. Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz Al Saud di Riyadh pada Sabtu (4/4/2020).

“Pertemuan didampingi Gubernur OPEC Saudi, Adeeb Y Al-Aama. Pangeran Abdulaziz yang juga kakak dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tersebut mengapresiasi hubungan bilateral Saudi dan Indonesia yang sangat dekat,” kata Agus.

Agus Maftuh menjelaskan, pertemuan yang berlangsung di tengah pemberlakuan Lockdown di Kerajaan Arab Saudi dilakukan sebagai bentuk ikhtiar diplomasi untuk kemaslahatan dua bangsa, Indonesia dan Arab Saudi.

Dalam pertemuan itu, Agus menjelaskan. Dubes RI juga menyampaikan tiga hal penting terkait kerja sama energi antara Arab Saudi dan Indonesia.

Indonesia juga mengusulkan supaya bisa dijajaki pembelian minyak mentah dari Arab Saudi melalui mekanisme imbal dagang dengan komoditas ekspor utama Indonesia, seperti CPO.

“Hal ini bertujuan untuk mengurangi defisit dagang RI yang sangat besar akibat impor migas dari Arab Saudi. Sebagai catatan, pada 2019 sekitar 48% kebutuhan impor minyak mentah Indonesia dipasok dari Arab Saudi,” jelasnya.

Poin terakhir, lanjut Agus, Indonesia mengharapkan kerja sama bilateral bidang energi antara kedua negara dapat terus ditingkatkan.

“Antara lain dengan merampungkan masalah joint venture RDMP Cilacap, antara Pertamina-Aramco atau menjajaki proyek penyulingan minyak lainnya. Serta implementasi rencana investasi Saudi untuk mendirikan pabrik petrokimia di Indonesia,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, tambah Agus. Pangeran Abdulaziz yang juga menjabat sebagai Menteri Energi Kerajaan Arab Saudi itu menyampaikan perkembangan terakhir penurunan harga minyak dunia.

Baca Juga: Rencana Bisnis Indika Energy di Tengah Pandemi

Termasuk rencana pertemuan OPEC+ yang melibatkan negara-negara produsen minyak lainnya atas inisiatif Arab Saudi dalam waktu dekat.

“Pertemuan bertujuan menyepakati harga minyak agar tercapai stabilitas pasar minyak dunia yang memenuhi kepentingan semua produsen minyak,” jelas Agus.