Kenalkan Solar Panel dengan Material Baru

Kenalkan Solar Panel dengan Material Baru

Kenalkan Solar Panel dengan Material Baru
Kenalkan Solar Panel dengan Material Baru

Silikon telah lama menjadi bahan pilihan konvensional untuk sel surya, yang mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Namun, penyerapan cahaya dalam silikon masih kurang efisien karena sel surya terbuat dari silikon tebal, berat dan kaku.

Berawal dari alasan diatas, beberapa ilmuan telah berusaha mencari alternatif pengganti silikon.

Alternatif ini bertujuan untuk mengubah pembuatan sel surya yang masih rumit dan mahal menjadi mudah dan murah.

Kurang dari satu dekade yang lalu, para ilmuan mulai mencari bahan hibrida organik dan anorganik.

Bahan tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenis dan struktur kristal yang dikenal sebagai perovskit.

Salah satu perovskit hibrida yang paling banyak dipelajari adalah mengandung yodium.

Ada juga timbal sebagai komponen anorganik dan senyawa yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan nitrogen (methylammonium) sebagai komponen organik.

Dalam beberapa tahun terakhir, efisiensi senyawa perovskit hibrida mengalami pengembangan sekitar 25%. Ini melampaui kinerja dari beberapa sel surya silikon.

Selain efisiensi, sel surya dapat diproduksi dengan teknik sederhana dan murah seperti pelapis spray.

Meski begitu, bahan perovskit hybrid belum dapat dibilang sebagai pengganti silikon yang layak karena kurang stabil.

Performa bahan perovskit hibrida dapat menurun dengan cepat ketika terkena cahaya panas dan suhu lembab secara terus-menerus.

Setiap panel surya pasti mengalami semua elemen alam di sekitarnya, seperti panas, hujan, lembab dan kering.

Baca Juga: Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik Mulai Tahun 2024

Sebuah tim internasional telah mengembangkan metode baru untuk meningkatkan stabilitas operasional sel surya dari bahan perovskit hibrida.

Penelitian ini di pimpin profesor Heejoo Kim dan Kwanghee Lee dari Institut Sains dan Teknologi (GIST) Gwangju, Korea Selatan.