Kenaikan Produksi Batu Bara Bikin Emiten Timbang Opsi

Must read

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memutuskan untuk menaikkan target produksi batu bara tahun 2021 membuat sejumlah emiten kembali menimbang rencana dalam mengungkit produksi batu bara. 

Dalam pernyataan resminya, Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk, Sudin Sudirman mengatakan, GEMS tengah menunggu persetujuan Kementerian ESDM atas revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) yang telah diajukan untuk mengungkit.

Apabila disetujui, rencananya kuota produksi batu bara tambahan yang diperoleh akan dipasarkan ke target pasar eksisting seperti China, India, dan negara-negara ASEAN.  Kendati demikian, Sudin tidak menyebut berapa kuota produksi tambahan yang diincar oleh perusahaan. 

“Belum bisa disampaikan karena sedang proses revisi RKAB, tunggu persetujuan dulu,” tukasnya. 

Berikutnya, PT Harum Energy Tbk (HRUM) turut berencana untuk meningkatkan  produksi batu bara untuk tahun 2021. Jika sebelumnya HRUM meletakkan target pertumbuhan produksi sebesar 25%, kini HRUM berencana mengejar pertumbuhan sebesar 30% dari realisasi produksi tahun lalu. 

Direktur Utama HRUM, Ray Antonio Gunara mengungkapkan, rencana peningkatan produksi tersebut merupakan target yang masih tergantung pada hasil revisi RKAB di pertengahan tahun 2021 dan akan dikaji  kembali melihat situasi pasar. 

“Produksi batu bara Perusahaan masih dipasarkan ke area Asia-Pacific, seperti Tiongkok, Thailand, Bangladesh dan Pakistan,”  katanya Jumat (30/4/2021).

Adapun PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada acara paparan publik Jumat (30/4/21) lalu juga menyampaikan, perusahaan membuka peluang untuk menaikkan target produksi menjadi 30 juta ton. Angka ini lebih besar dibanding target awal perusahaan, yaitu sebesar 29,5 juta.

Baca Juga : Tren Positif Emiten Pertambangan 2021 Diramal Berlanjut

Untuk diketahui, sebelumnya pemerintah hanya menargetkan produksi batu bara di 2021 sebesar 550 juta ton. Namun, target tersebut naik menjadi 625 juta ton. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM No.255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri Tahun 2021.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article