Kementrian ESDM Pangkas Impor Minyak Pertamina.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pangkas jatah impor minyak mentah PT Pertamina (Persero) dari 80 juta barel jadi 50 juta barel di 2020.

“Sekitar 30 juta barel setahun pengurangannya,” jelas Plt Direktur Jenderal Migas Pertamina Djoko Siswanto, kemarin. Ini juga dilakukan agar Pertamina bisa berupaya membeli dan negosiasi lebih gencar dengan KKKS yang berproduksi di sini dan produknya belum sukses dibeli.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan akan menindaklanjuti instruksi kementerian tersebut. Dan mengoptimalkan penyerapan minyak mentah dalam negeri yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti Chevron dan kawan-kawan.

Baca Juga : Nilai Ekspor Timah Diprediksi Naik 5%

“Saat ini, Pertamina juga telah melakukan negosiasi dan bahkan sudah mencapai kesepakatan (deal) sekitar 74% dari KKKS yang memberikan penawaran,” ujar Fajriyah, Rabu (15/1/2020).

Ia memaparkan di 2019, Pertamina menyerap minyak dalam negeri dari jatah pemerintah, anak usaha Pertamina, dan 43 KKKS. Total minyak yang diboyong, menurutnya, hampir 90% produksi minyak mentah di Indonesia. Jumlahnya mencapai 147 juta barel di 2019.

Angka ini, kata dia, melonjak 1000% dari total serapan pada 2018 lalu. Selama tahun 2019, pembelian minyak mentah dari luar negeri sekitar 212 ribu barel per hari. Jumlah ini berhasil mengalami penurunan signifikan lebih dari 30% dibanding 2018.