Kemenko Marves Bentuk Satgas Ekspor Mineral Ikutan Timah

Must read

Kemenko Marves Bentuk Satgas Ekspor Mineral Ikutan Timah
Tambang Timah, Damar, Bangka Belitung, Sabtu (26/10).

Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi (Kemenko) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk satgas ekspor mineral ikutan bijih timah guna mencegah ekspor ilegal sumber daya alam bernilai ekonomi tinggi di daerah itu.

“Pembentukan satgas ini karena adanya dugaan ekspor ilegal mineral ikutan bijih timah seperti zirkon, monazit, ilmenite, dan lainnya yang merugikan negara,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti pada Jumat (9/4/2021).

Ia berpendapat, mineral ikutan ini memiliki potensi yang cukup sebagai pendapatan negara dan berpotensi sebagai kerugian negara jika tidak dikelola dengan baik karena mineral ikutan atau sisa hasil produksi memiliki nilai yang cukup strategis.

“Dengan adanya satgas ini tentunya pengawasan, pengendalian, dan penegakan hukum akan menjadi lebih baik dan tidak ada lagi ekspor ilegal mineral ikutan tambang bijih timah di daerah ini,” sambungnya. 

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan berharap agar posko satgas mineral ikutan timah ini berada di Babel agar memudahkan pengawasan ekspor dan pengelolaan mineral ikutan timah itu.

 Baca Juga : RI Bakal Ekspor Batu Bara 160 Juta Ton ke China Pada 2021

“Kami meminta kementerian tidak membentuk posko satgas ini di Jakarta, tetapi di Babel guna memudahkan koordinasi, pengawasan dan penindakan pengelolaan mineral ikutan yang tidak sesuai aturan berlaku,” ungkapnya. 

Erzaldi menambahkan, untuk ekspor zirkon dan mineral ikutan lainnya ini adalah hasil dari limbah pengolahan timah yang saat ini aturannya sudah ditetapkan.

“Aturan ini ada di Kementerian ESDM, saat ini yang boleh dikirim adalah zirkon sudah dimurnikan sebesar 65,9 persen,” imbuhnya.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article