Kelebihan Pasokan Listrik Tapi Smelter Sulit Akses Listrik?

Kelebihan Pasokan Listrik Tapi Smelter Sulit Akses Listrik?
Kelebihan Pasokan Listrik Tapi Smelter Sulit Akses Listrik?

PT PLN (Persero) mengalami kelebihan pasokan listrik, tapi di tengah pasokan yang berlimpah ini ada fasilitas pengolahan dan pemurnian logam (smelter) yang terkendala sulit mendapat akses pasokan listrik untuk beroperasi.

Salah satu smelter yang terkendala pasokan listrik tersebut yakni smelter feronikel yang dibangun PT Aneka Tambang Tbk di Halmahera Timur. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun turun tangan dan meminta lelang ulang pengadaan listrik untuk smelter tersebut.

Kurangnya pasokan listrik hilirisasi nikel milik Antam ini adalah cerita lama. 

Menurut Erik, sejak dini investor atau pemodal sudah menyadari bahwa berinvestasi di suatu wilayah yang kaya nikel akan terkendala infrastruktur.

“Smelter dibangun di wilayah terpencil dan kehadiran PLN belum sampai di sana, ya kita juga sudah agendakan, selain investasi smelter. Ini semua bagian dari mitigasi risiko yang kita lakukan sebagai pelaksana atau pelaku investasi di bidang nikel” ujarnya.

Hal yang menarik dari investasi smelter ini adalah kadangkala jumlah investasi yang dibutuhkan untuk membangun smelter mirip dengan besaran investasi untuk membangun pembangkit listriknya. 

Bahkan, investasi tidak hanya untuk pembangunan pembangkit listrik, tapi investasi juga dilakukan untuk pembangunan infrastruktur jalan hingga pelabuhan.

Di Indonesia smelter harus menggandeng PLN saat investor berinvestasi di suatu wilayah.

Sementara perusahaan smelter, menurutnya, lebih elok jika hanya fokus pada operasional di bidang smelter.

“Alangkah eloknya kalau ada sinergi. Kami sebagai investor di bidang smelter dan PLN di bidang pasokan listrik. Kami bukan ahli listrik, kami ahli smelter,” tuturnya.

Baca Juga: Investasi di Sektor Energi Anjlok 26% Sepanjang 2020

Sebelumnya, PLN menyampaikan akan memenuhi kebutuhan listrik untuk smelter feronikel di Halmahera Timur milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). 

Antam bakal beli listrik dari PLN untuk tahap menengah dan jangka panjang. Sementara untuk jangka pendek, menurutnya Antam sedang melakukan proses pengadaan.

PLN akan mulai memasok listrik smelter feronikel Antam tersebut pada 2026 dengan kapasitas kurang lebih 100 megawatt (MW).