Kejar Produksi, SKK Migas Siapkan Layanan Satu Pintu

SKK Migas dan KKKS disebutnya akan bersama melakukan penelitian atas kelengkapan untuk setiap persyaratan perizinan dari berbagai instansi yang ada saat ini.

SKK Migas secara resmi membuka layanan One Door Service Policy (ODSP). Hal ini dilakukan untuk merealisasikan target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) pada 2030. Launching program tersebut dilaksanakan di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sambutannya mengatakan. Melalui ODSP seluruh layanan proses perizinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dilaksanakan dalam satu pintu dan proses yang lebih cepat.

Selain itu, ia menambahkan. SKK Migas akan membantu KKKS untuk dapat memenuhi dokumen yang menjadi persyaratan perizinan serta mendampingi pengurusan perizinan di instansi terkait.

“Hingga saat ini tidak ada satu kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi yang hanya memerlukan 1 izin atau melibatkan 1 instansi. Setiap kegiatan akan membutuhkan beberapa perizinan dari berbagai instansi. Dengan dukungan aktif SKK Migas, maka kita yakin tidak ada lagi kendala perizinan di hulu migas serta perizinan dapat diselesaikan lebih cepat,” tuturnya.

Baca Juga : Harga Batu Bara Turun Tipis!

Dia menyatakan. SKK Migas telah melakukan perubahan mindset bahwa institusi bukanlah mandor yang pasif dan menunggu laporan penyelesaian perizinan dari KKKS. Tapi akan langsung berperan aktif!

Sebab menurutnya, setiap keterlambatan proyek hulu migas akan menimbulkan ekskalasi biaya. Oleh karenanya, selesainya proyek tepat waktu menjadi salah satu upaya untuk menjaga biaya proyek tetap sesuai dengan yang telah disetujui dan dilaksanakan secara efisien

“Keterlambatan penyelesaian proyek hulu migas karena hambatan selesainya perizinan yang lama dan menghabiskan waktu tidak akan terjadi lagi karena kendala tersebut telah teratasi dengan layanan ODSP,” serunya.