Kegunaan Batu Bara dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kegunaan Batu Bara dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kegunaan Batu Bara dalam Kehidupan Sehari-Hari
Kegunaan Batu Bara dalam Kehidupan Sehari-Hari

Indonesia merupakan salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia.

Batubara menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia sebab banyak mempunyai peran penting yang dapat menghasilkan devisa bagi negara, batubara juga dapat digunakan sebagai bahan energi. 

Berdasarkan BP Energy Outlook pada tahun 2018, permintaan energi dunia masih didominasi oleh energi fosil khususnya batubara hingga tahun 2040.

Adapun jumlah sumberdaya maupun cadangan batubara juga sangat berlimpah di Indonesia, oleh sebab itu kehadirannya masih banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan batubara terdiri dari dua macam penggunaan yaitu sebagai berikut.

Penggunaan Langsung

Batubara dibakar langsung guna mendapatkan energi kalor yang maksimum untuk kebutuhan berbagai industri serta pembangkit listrik tenaga uap.

Selain itu, penggunaan batubara secara langsung juga biasa ditemui dalam proses pirometalurgi untuk mereduksi bijih menjadi logam, yang mana dalam proses ini tentunya membutuhkan suhu yang tinggi.

Penggunaan Tak Langsung

Meskipun jumlah batubara Indonesia terbilang sangat berlimpah, namun sebagian besar batubara Indonesia termasuk ke dalam batubara peringkat rendah berupa lignit dan sub-bituminus.

Tingginya kadar air menyebabkan rendahnya nilai kalor pada kedua peringkat tersebut sehingga jika dimanfaatkan secara banyak jumlahnya akan terbatas.

Untuk mencegah hal tersebut, batubara dengan kualitas ini akan lebih efisien jika dikonversi menjadi beberapa bentuk melalui proses gasifikasi batubara, pencairan batubara, pembuatan briket batubara, pencampuran batubara, atau dengan meningkatkan mutu batubara.

Baca Juga: Pemerintah Siap Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Selain itu, mengkonversi batubara (yang bisa disebut sebagai teknologi batubara bersih) juga dinilai lebih ramah lingkungan karena polutan yang dihasilkan seperti CO2, SO2, NOx, dan CxHy tidak sebanyak polutan yang dihasilkan jika membakar batubara secara langsung.

Berikut beberapa sektor yang turut memanfaatkan penggunaan batubara secara tak langsung.