Kebutuhan Batu Bara PLTU Berkurang

Kebutuhan Batu Bara PLTU Berkurang

Kebutuhan Batu Bara PLTU Berkurang
Kebutuhan Batu Bara PLTU Berkurang

Seiring melambatnya aktivitas ekonomi dan roda perindustrian, konsumsi listrik pun mengalmi penurunan.

Kondisi tersebut berdampat pada konsumsi batu bara sebagai bahan bakar utama bagi pembangkit listrik PLN.

PT PLN (Persero) memproyeksikan konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga akhir tahun hanya akan mencapai 87,7 persen dari perkiraan kebutuhan semula yang telah direncanakan.  

Melalui Kepala Divisi Batubara PT PLN (Persero) Harlen menyampaikan, perseroan telah merevisi kalkulasi kebutuhan batu bara untuk PLTU dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020 dari semula 109 juta ton menjadi 95,6 juta ton.

Angka tersebut PLNah mencakup kebutuhan untuk, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik produsen listrik swasta (IPP).

Alhasil, konsumsi batu bara tahun ini diperkirakan turun 2,14 persen dibandingkan realisasi pemakaian batu bara tahun lalu yang mencapai 97,7 juta ton.

“Kalau lihat RUPTL [kebutuhan batu bara] itu di angka 109 juta ton. Dampak  pandemi dengan pertumbuhan saat ini terjadi perubahan signifikan dari 109 juta ton ke 95,6 juta ton,” ujar Harlen dalam acara The 5th Save Indonesian Coal 2020 Perhapi, Selasa (15/9/2020).

Penurunan kebutuhan batu bara ini, lanjut Harlen, tak lain disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan konsumsi listrik sebagai dampak dari kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Batu Bara Dekati Harga Tertinggi

Konsumsi tenaga listrik selama Januari-Juli 2020 tercatat hanya mengalami peningkatan 0,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.