Kebijakan Umum CSR Petrosea

Kebijakan Umum CSR
Sudut Energi – Kebijakan Umum CSR Petrosea

Sebagai salah satu sektor industri utama dalam tatanan ekonomi global, industri pertambangan dalam banyak kasus memiliki posisi penting dalam pembangunan sosioekonomi negara maju dan berkembang.

Sektor industri ini berdampak sangat signifikan dalam arti positif maupun negatif. Tanpa menafikan dampak positifnya, dampak negatif dalam ranah sosial, lingkungan, politik dan budaya yang ditimbulkan sektor industri ini sangat luar biasa.

Dampak negatif tersebut cenderung membesar di negara-negara berkembang atau di negara-negara yang menghadapi kendala ketidakefektifan sistem pemerintahan, ketiadaan regulasi (dan perundangan) yang memadai serta tingginya gejolak sosial-politik.

Kondisi di atas akan menjadi situasi buah simalakama bagi perusahaan pertambangan yang berupaya memperbaiki kinerja sosial, ekonomi dan lingkungan mereka. Upaya-upaya perbaikan kinerja multiaspek serta strategi pemenuhan tuntutan yang absah dari para pemangku kepentingan akan menjadi tantangan yang sangat berat untuk bisa diwujudkan oleh perusahaan pertambangan di dalam atmosfer sosial, politik, budaya dan hukum yang tidak mendukung.

Dalam perkembangan saat ini, ternyata tanggung jawab perusahaan tidak hanya terletak pada pencarian laba yang sebesar-besarnya. Perusahaan juga harus bertanggung jawab secara moral kepada stakeholder lainnya selain pemegang saham. Tanggung jawab moral tersebut lebih dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR).

Setidaknya ada tiga alasan penting mengapa kalangan dunia usaha mesti merespon dan mengembangkan isu tanggung jawab sosial sejalan dengan operasi usahanya. Pertama, perusahaan adalah bagian dari masyarakat dan oleh karenanya wajar bila perusahaan memperhatikan kepentingan masyarakat. Kedua, kalangan bisnis dan masyarakat sebaiknya memiliki hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme. Ketiga, kegiatan tanggung jawab sosial merupakan salah satu cara untuk meredam atau bahkan menghindari konflik social.

Memang saat ini belum tersedia formula yang dapat memperlihatkan hubungan praktik CSR terhadap keuntungan perusahaan sehingga banyak kalangan dunia usaha yang bersikap skeptis dan menganggap CSR tidak memberi dampak atas prestasi usaha, karena mereka memandang bahwa CSR hanya merupakan komponen biaya yang mengurangi keuntungan. Praktek CSR akan berdampak positif jika dipandang sebagai investasi jangka panjang, karena dengan melakukan praktek CSR yang berkelanjutan, perusahaan akan mendapatkan tempat di hati masyarakat, bahkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Sedikitnya ada empat model atau pola CSR yang umumnya diterapkan oleh perusahaan di Indonesia, antara lain: keterlibatan langsung, melalui yayasan atau organisasi sosial perusahaan, bermitra dengan pihak lain, dan mendukung atau bergabung dengan konsorsium. Corporate social responsibility sebagai konsep akuntansi yang baru adalah transparansi pengungkapan sosial atas kegiatan atau aktivitas sosial yang dilakukan oleh perusahaan dimana transparansi informasi yang diungkapkan tidak hanya informasi keuangan perusahaan tetapi perusahaan juga diharapkan mengungkapkan informasi mengenai dampak sosial dan lingkungan hidup yang diakibatkan aktivitas perusahaan.

Berarti dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan akan menimbulkan dampak-dampak sosial bagi sekitarnya tertutama lingkungan hidup. Isu mengenai kerusakan lingkungan adalah hal yang paling sering muncul dalam permasalahan ini. Terutama adalah kegiatan dari industri pertambangan. Sebagaimana kita ketahui, bahwa kegiatan utama dari indutri pertambangan adalah pengeksplorasian sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dampak dari kegiatan ini jelas sekali akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang tidak sedikit. Diperlukan waktu ratusan tahun untuk mengembalikan kondisi tersebut seperti semula.

Kebijakan Umum CSR Petrosea

Petrosea memiliki kebijakan umum CSR yang berperan sebagai payung besar dalam penerapan kegiatan CSR berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Akuntabilitas Program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat direncanakan dan dilaksanakan secara efektif, efisien dan berkelanjutan. Pemantauan dilakukan pada setiap tahapan yang sudah direncanakan untuk memastikan bahwa semua program kemasyarakatan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, lingkungan hidup dan karyawan.
  • Satu Pendekatan Konsisten Prinsip kemitraan, asas saling menghormati dan nilai kemanusiaan adalah landasan implementasi program kemasyarakatan Perusahaan. Petrosea menyelaraskan kegiatannya dengan perencanaan pemerintah dan bermitra dengan berbagai pihak agar manfaat CSR dapat menyentuh sebanyak mungkin penerima.
  • Manajemen Risiko Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi potensi konflik, Perusahaan berupaya hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat sekitar dan menjadi anggota masyarakat yang baik (good corporate citizen).
  • Tanggung Jawab Pribadi Perusahaan membangun keterlibatan aktif karyawan dalam upaya pengembangan masyarakat setempat. Karyawan juga memiliki kewajiban untuk menjaga hubungan harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan.
  • Budaya Belajar Petrosea secara aktif mendukung berbagai organisasi dan kegiatan masyarakat di Indonesia dalam rangka peningkatan taraf hidup, lingkungan dan masyarakat dimana Perusahaan beroperasi, dengan memberikan prioritas pada pendidikan, lingkungan, kesehatan dan keselamatan.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Lingkungan Hidup

Baca juga: IHSG Dibuka Naik Pagi Hari Ini Didukung Sektor Pertambangan

Berdasarkan kegiatan usaha yang berkaitan dengan pengolahan dan pengusahaan sumber daya alam, Petrosea menjumpai dampak lingkungan hidup sebagai risiko inherent yang harus dimitigasi dan diatasi. Sekalipun demikian, kegiatan pemanfaatan sumber daya alam tetap dapat dilaksanakan dengan baik, yaitu melalui penerapan upaya terstruktur dan sistematis untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan hidup, agar pada akhirnya kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Upaya terstruktur tersebut dilakukan dengan menerapkan program penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup, sesuai kaidah sistem pengelolaan lingkungan terakreditasi yang diadopsi oleh Perusahaan dan sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan yang telah ditetapkan. Konsistensi dalam menerapkan sistem pengelolaan terakreditasi dan manjalankan rencana pengelolaan lingkungan akan menghasilkan kondisi lingkungan hidup yang tetap lestari dan tetap mampu mendukung kehidupan generasi mendatang.

Kebijakan Lingkungan Kebijakan umum Petrosea terkait aspek lingkungan hidup tercakup dalam Kebijakan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan) yang menegaskan pengendalian operasional dengan mengedepankan upaya pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan akibat proses bisnis yang ada. Kebijakan ini juga ditegaskan melalui penekanan adanya tanggung jawab setiap individu untuk menjaga lingkungan yang didasari oleh prinsip manajemen risiko untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Petrosea juga memiliki Marine Fleet and Environment Protection Policy, di mana Perusahaan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan mengidentifikasi setiap potensi bahaya terkait lingkungan sehingga dapat menyusun environmental safeguards dan protection yang sesuai.

Pada aspek operasional, seluruh kegiatan Petrosea selalu dilaksanakan dengan mengacu pada Dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup), serta UKL- UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan & Upaya Pemantauan Lingkungan) menjadi prasyarat keluarnya izin pertambangan.

Kegiatan Petrosea secara umum juga senantiasa mengacu pada peraturan dan perundang-undangan, sebagai berikut:

  • Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas jo. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perseroan Terbatas.
  • Undang-undang No. 22 tahun 2001 tentang Minyak & Gas Bumi.
  • Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral & Batubara jo. PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral & Batubara.

Pengawasan Lingkungan Sebagai bagian dari kebijakan umum bidang lingkungan, Petrosea telah menetapkan sistem prosedur pengawasan lingkungan yang mencakup:

  • Environmental Monitoring Standard (PTP-HSE- STD-G-3002) yang menegaskan bahwa aspek manajemen atau pengelolaan lingkungan hidup telah menjadi bagian penting dalam seluruh proyek di area operasional Petrosea. Pengelolaan lingkungan berawal dari Environment Risk Assessment dan dari assessment tersebut akan teridentifikasi jenis data apa saja yang perlu dikumpulkan dan dianalisa lebih lanjut yaitu data terkait input atau pemakaian energi, data limbah, data manajemen terkait K3L, data dampak terhadap lingkungan, data insiden lingkungan dan data emisi gas efek rumah kaca.
  • Waste Management (PTP-HSE-PR-G-0021), yang menegaskan pengaturan mengenai pengelolaan limbah, mulai dari tahap penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan, daur ulang dan proses pengolahan akhir pembuangan serta pelaporan limbah.
  • Environmental Office Practice (PTP-HSE-WI-G-3001), yang menegaskan pengaturan implementasi pengelolaan lingkungan pada lingkup kantor.

Target Kegiatan Lingkungan Beberapa target kinerja bidang lingkungan yang ditetapkan untuk tahun 2017, diantaranya:

  • Batas Major Envitonmental Incident (MEI) sebesar 0,0
  • Penurunan intensitas penggunaan energi
  • Penurunan intensitas emisi CO2
  • Penurunan emisi zat perusak ozon
  • Naiknya efisiensi penggunaan energi listrik
  • Penurunan penggunaan air tanah
  • Penurunan penggunaan kertas
  • Bertambahnya luasan daerah reklamasi dan revegetasi

Program & Kegiatan di Bidang Lingkungan

Baca juga: Laba Petrosea Tumbuh 15,81% jadi US $20,58 Juta per September

  • Program Pengelolaan Penggunaan Energi Dilaksanakan dengan melakukan pengaturan penggunaan penerangan dan peralatan pendukung yang menggunakan listrik di lokasi operasional Perusahaan. Penghematan lain dilakukan di lapangan dengan mengatur tata-letak kegiatan pertambangan dan pergerakan alat berat, sehingga konsumsi bahan bakar untuk kegiatan operasional berkurang. Selain itu, juga dilakukan pemeliharaan teratur alat-alat berat sehingga konsumsi bahan bakarnya juga menjadi lebih hemat.
  • Program Penurunan Emisi Zat Perusak Ozon Dilaksanakan dengan mengganti penggunaan refrigerant pada perangkat pendingin ruangan dan sejenisnya dengan refrigerant produk baru yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah servis berkala seluruh armada alat berat, transportasi dan genset secara teratur agar emisi gas buang yang bersifat ODS, seperti SO, Nox tetap beradap pada ambang batas sesuai peraturan lingkungan.
  • Program Pengelolaan Air Petrosea menggunakan air untuk beragam keperluan operasional, MCK, pencucian kendaraan dan lain- lain. Untuk mengurangi penggunaan air permukaan yang kurang ramah lingkungan, Petrosea menerapkan beberapa program, yang meliputi:
    • Mendaur ulang air menggunakan water treatment plant untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
    • Meningkatkan penggunaan air hujan.
    • Melengkapi warehouse dengan pipa talang air yang bermuara ke kolam-kolam buatan permanen dan juga tangki air untuk menampung air hujan dan kemudian diolah menjadi air bersih.
    • Melakukan kampanye rutin untuk menggunakan air dengan bijak dan hemat.
  • Program Pengurangan Penggunaan Kertas Petrosea menerapkan program paperless untuk mengurangi volume penggunaan kertas. Untuk menunjang program ini, Perusahaan sudah mengembangkan sistem integrasi business to business (B2B) dengan beberapa mitra kerja. Sistem ini memungkinkan penerbitan dokumen transaksi bisnis secara elektronik. Inisiatif paperless mulai diterapkan tahun 2014 dengan intensitas yang semakin meningkat, berlandaskan kebijakan operasional Environmental Office Practice (PTP-HSE-WI-G-3001).
  • Program Pengelolaan Limbah Dalam pengelolaan limbah, Petrosea menerapkan prinsip 3R yaitu, Reduce, Reuse and Recycle untuk limbah padat maupun limbah cair yang tidak berbahaya. Sementara untuk limbah-limbah yang masuk golongan B3 (Berbahaya dan Beracun) Petrosea menggandeng perusahaan pengolah limbah yang berizin resmi untuk melakukan disposal secara berkala dari tempat penampungan sementara yang dikelola Perusahaan. Limbah cair yang digunakan kembali oleh Petrosea adalah oli bekas, yang digunakan sebagai campuran bahan peledak. Sementara limbah padat yang ditampung untuk digunakan oleh pihak ketiga adalah scrap besi dan ban bekas.
  • Program Penghijauan Program penghijauan dilakukan untuk dua tujuan, yaitu untuk memenuhi kewajiban reklamasi dan rehabilitasi, serta untuk menyerap emisi karbon sekaligus sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Program penghijauan dilakukan di area workshop proyek Kideco Jaya Agung, berupa kegiatan penamaman pohon trambesi, johar dan ketapang dengan total pohon 400 untuk luas area proyek 6.766 m2. Sedangkan di proyek Tabang dilakukan penanaman 60 bibit pohon buah berupa nangka, cempedak, durian dan sirsak di sekitar halaman workshop.

Program Pemantauan Lingkungan

Program ini merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Petrosea untuk mengetahui pemenuhan terhadap ketentuan standar baku mutu lingkungan untuk berbagai parameter, seperti emisi CO2 peralatan operasional, emisi Nox, Sox genset, kualitas air baku dan sebagainya. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

  1. Program pengamatan & pemeriksaan lingkungan.
  2. Pemantauan konsumsi bahan bakar.
  3. Pelaksanaan internal audit lingkungan.

Sertifikasi Lingkungan Petrosea telah mendapatkan Sertifikasi standar internasional dalam pengelolaan lingkungan. Disamping itu, Perusahaan juga telah mendapatkan sertifikasi standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu.

Pengembangan Sosial & Kemasyarakatan

Kebijakan Program Pengembangan Sosial & Kemasyarakatan

Baca juga: Tambang Batubara Ombilin Diakui UNESCO

Sebagaimana telah disampaikan diawal bahasan Bab Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, kebijakan terkait program pengembangan sosial dan kemasyarakatan, yang merupakan wujud dari program CSR Petrosea menegaskan penerapan prinsip-prinsip berikut:

  • Akuntabilitas.
  • Satu Pendekatan Konsisten.
  • Manajemen Risiko.
  • Tanggung Jawab Pribadi.
  • Budaya Belajar Target.

Target dan manfaat positif yang diharapkan dari pelaksanaan program CSR Petrosea meliputi sebagai berikut:

  • Meningkatnya parameter indeks pembangunan manusia di wilayah setempat.
  • Turunnya angka putus sekolah dan naiknya tingkat kelulusan program wajib belajar.
  • Meningkatnya kompetensi di bidang kewirausahaan.
  • Meningkatnya indeks kesehatan masyarakat.
  • Meningkatnya kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Rencana & Realisasi

Rencana Program Dalam merencanakan program, Petrosea selalu berusaha melibatkan masyarakat dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan kondisi masyarakat dari sisi sosial, budaya, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Tujuannya adalah agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, serta selaras dengan kebutuhan dan/atau keinginan para pemangku kepentingan. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat turut merasa memiliki program yang akan dijalankan.

Realisasi Program Petrosea memfokuskan pelaksanaan program CSR pada tiga bidang utama dan satu bidang lainnya, yaitu:

  • Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan memberantas kemiskinan. Melalui program pendidikan, Petrosea berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa menuju masyarakat yang mandiri, serta meningkatkan kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa bentuk kegiatan yang dilaksanakan seluruhnya tertuju pada upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kompetensi dasar pelajar.

Berikut kegiatan bidang pendidikan yang dilaksanakan selama tahun 2017:

  • Seminar peningkatan pelayanan perpustakaan untuk mendukung kreativitas sekolah di Balikpapan Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diperlukan kreativitas dalam proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini dapat dicapai apabila terdapat perpustakaan sekolah yang berfungsi dengan baik. Kegiatan ini fokus pada peningkatan pelayanan perpustakaan sekolah dasar sehingga mampu menopang kreativitas. Melalui seminar peningkatan pelayanan perpustakaan, Petrosea menggugah kesadaran bersama akan pentingnya ilmu pengetahuan demi meningkatkan daya saing.
  • Sumbangan alat peraga sekolah & donasi buku Sebagai salah satu bentuk dukungan bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan, Perusahaan menyumbangkan seperangkat alat peraga edukasi bagi PAUD Uma Kandung, Kelurahan Tambarangan, Kecamatan Tapin Selatan, Kalimantan Selatan. Selain itu, Perusahaan juga melengkapi buku-buku perpustakaan di SDN Desa Pantai Cabe sesuai dengan kurikulum terakhir untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.
  • Duta Cerdas – Peningkatan sarana belajar di PAUD / KB CERIA Kariangau Perusahaan berkomitmen kuat untuk turut meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dasar. Salah satu wujud komitmen ini adalah dengan membantu melengkapi alat peraga edukatif untuk PAUD / KB Ceria, satu-satunya PAUD yang melayani anak-anak pesisir. Lokasi PAUD ini berada di RT 1 Kelurahan Kariangau yang dekat dengan Petrosea Support Fasilities (PSF) di Balikpapan. Selain alat peraga edukatif, Petrosea juga memberikan bantuan berupa bukubuku perpustakaan sesuai dengan kurikulum PAUD. Melalui kegiatan ini, diharapkan proses belajar-mengajar di PAUD Ceria akan semakin berkualitas.
  • Pembangunan lapangan sekolah SD Inpres 63 Kelengkapan sarana dan prasarana sekolah akan membuat kualitas pendidikan meningkat. Oleh karena itu, Petrosea juga menunjukkan perhatiannya dengan membangun lapangan sekolah di SD Inpres 63 Klabinain, Kabupaten Sorong.

Kebijakan Umum CSR Petrosea

Sekolah ini merupakan sekolah dasar negeri yang paling dekat dengan lokasi operasional POSB Sorong. Kondisi gedung sekolah cukup bagus, tetapi sekolah ini tidak memiliki lapangan yang memadai seperti yang telah diatur oleh Kemendikbud. Tidak heran jika siswa sudah lama tidak pernah melaksanakan upacara bendera maupun kegiatan outdoor. Proyek ini akan menyediakan lapangan sekolah sesuai standar dan beberapa fasilitas olah raga bagi siswa sehingga mereka dapat melaksanakan upacara bendera kembali serta kegiatan ekstrakurikuler yang lain.

Selain menyediakan lapangan sekolah, Petrosea juga mendukung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Paskibraka yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan kepada NKRI dan sekaligus mempersiapkan sebuah tim yang akan melaksanakan upacara bendera di sekolah. Kegiatan ini merupakan jawaban dari warga sekolah SD Inpres 63 yang hampir 10 tahun tidak pernah melaksanakan upacara bendera.

  • Pengembangan kegiatan Pramuka Selain pelajaran sekolah, pendidikan kepemimpinan juga sangat penting untuk mempersiapkan pemimpin generasi penerus. Pengembangan Pramuka menjadi salah satu alternatif untuk mencetak pemimpin andal yang tidak hanya piawai dalam mengelola organisasi, namun juga memiliki etika dan menjunjung tinggi moralitas serta bertenggang rasa tinggi terhadap sesama. Oleh karena itu, Petrosea mendukung penuh pengembangan Kwartir Ranting Batu Sopang, sebagai wujud realisasi komitmen Perusahaan dalam mendukung lahirnya calon pemimpin masa depan yang berkarakter kuat. Program CSR ini dilaksanakan bekerja sama dengan pihak Pramuka Kwartir Ranting Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dan ditujukan agar jumlah Gugus Depan yang aktif bisa meningkat.
  • Kampanye Kesehatan & Keselamatan di Sekolah. Kegiatan ini dilakukan di SD 10 Buluq Sen, SD Filial Desa Umaq Dian dan SDN 012 Tembang Janggut, Desa Long Beleh Madang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tujuan program ini adalah untuk mendidik siswa agar mampu menjaga diri dari kemungkinan-kemungkinan terjangkit penyakit akibat kurangnya pengetahuan terhadap pola penyebaran penyakit yang berbahaya.

Kampanye ini mengangkat topik peningkatan kesadaran siswa sekolah terhadap HIV/AIDS dan penyakit yang sering diderita oleh anakanak, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta keterlibatan anak-anak dalam penggunaan kendaraan bermotor.

Program ini juga dimaksudkan untuk mendidik siswa agar mampu menjaga kebersihan lingkungan dan menanamkan kesadaran untuk berkendara dengan mengutamakan keselamatan sejak usia sekolah.

  • Kesehatan Salah satu syarat untuk kemajuan satu daerah adalah jika penduduknya menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup sehat. Oleh karena itu, program bidang kesehatan masyarakat menjadi salah satu bidang yang penting untuk dilaksanakan bagi masyarakat di area sekitar kegiatan operasional Perusahaan.

Berikut kegiatan bidang kesehatan yang dilaksanakan selama tahun 2017:

  • Program Suka ASI Program Suka ASI menjadi salah satu success story dari pelaksanaan program CSR yang dilakukan oleh Petrosea. Keberhasilan program yang dilaksanakan di Puskesmas Kariangau, Puskesmas Sidomulyo serta TP PKK Kariangau dan Margomulyo ini ditandai dengan diangkatnya program ini menjadi program kota karena Dinas Kesehatan Kota melihat banyak nya peningkatan jumlah Ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada anaknya. Suka ASI adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi bayi di dua kelurahan yang paling dekat dengan operasional Petrosea di Balikpapan. Program ini memfokuskan pada upaya promosi perilaku pemberian air susu ibu bagi bayi umur 0 – 6 bulan sebagai makanan terbaik. Program ini terdiri dari tiga kegiatan, yaitu pelatihan kader ASI, penyuluhan dan ASI awards.
  • Revitalisasi Posyandu Asih, Merpati & Melati Putih Serta Pencegahan Demam Berdarah Program revitalisasi posyandu ini difokuskan pada pembinaan keterampilan kader posyandu di dalam mencatat data, mengolah data dan membuat pelaporan yang sesuai dengan ketentuan Puskesmas Batu Kajang. Dengan kemampuan kader yang meningkat, diharapakan Posyandu Asih di Desa Samurangau, Posyandu Merpati di Desa Lagai dan Posyandu Melati Putih di Desa Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dapat memiliki sistem informasi posyandu yang lebih baik. Kegiatan pencegahan demam berdarah dilakukan dengan terlebih dahulu mengundang partisipasi tokoh dan masyarakat desa. Mereka kemudian difasilitasi agar dapat turut bergotong royong mewujudkan desa yang bebas dari jentik nyamuk dan bersama-sama melakukan proses fogging serta memeriksa tempat-tempat penampungan air bersih dan sumur agar bebas dari jentik nyamuk. Dengan pendekatan ini, diharapkan tidak akan ada lagi warga Samurangau yang terkena penyakit demam berdarah.
  • Inisiasi Kelas Ibu Hamil & Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting untuk mengukur kesehatan sebuah negara atau daerah. Oleh karena itu, program untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak senantiasa menjadi prioritas. Kehamilan dan persalinan merupakan kondisi yang paling berisiko bagi kesehatan ibu dan anak, jadi mendorong peningkatan pengetahuan dan perilaku ibu hamil yang aman merupakan hal yang sangat penting. Hal ini yang dilakukan oleh Petrosea melalui penyelenggaraan kelas ibu hamil. Bersama dengan Polindes Klabinain, Sorong, Petrosea menginisiasi kelas ibu hamil untuk meningkatkan perilaku sehat bagi ibu hamil agar anak sehat dan ibu selamat.

Kebijakan Umum CSR Petrosea

Selain kesehatan ibu hamil, pertumbuhan dan perkembangan balita harus dijaga agar generasi mendatang memiliki tingkat kecerdasan yang semakin baik. Untuk itu dibutuhkan asupan gizi yang memadai dan seimbang. Pengetahuan orang tua tetang asupan gizi seimbang menjadi penting.

Petrosea, melalui POSB Sorong, menyelenggarakan program PMT di posyandu di sekitar area operasionalnya. Kegiatan ini digagas untuk memberikan pengetahuan tentang gizi seimbang kepada orang tua balita yang berkunjung di posyandu, selain itu juga untuk meningkatkan tingkat kunjungan ibu balita ke posyandu. PMT juga dilakukan di posyandu Harapan Bunda 2, Desa Harapan, Kelurahan Tambarangan, Kecamatan Tapin Selatan, Kalimantan Selatan yang berada di sekitar area operasional proyek BMB.

  • Kampanye Kesehatan dan Pemeriksaan & Pengobatan Gratis Sebagai salah satu wujud komitmennya di bidang kesehatan, Petrosea melaksanakan sosialisasi dan kampanye kesehatan serta pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di Desa Buluq Sen dan Desa Umaq Dian, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pelayanan kesehatan dasar untuk masyarakat serta menurunkan angka penyakit yang sering diderita di masyarakat seperti ISPA dan kelelahan.
  • Pemberdayaan Ekonomi Petrosea berupaya membantu dan mendukung peningkatan kompetensi masyarakat sekitar di bidang kewirausahaan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Tujuannya agar mereka semakin mandiri secara ekonomi, mampu tetap bertahan dan meningkatkan kesejahteraannya biarpun kegiatan operasional Perusahaan telah selesai.

Berikut kegiatan bidang pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan selama tahun 2017:

  • Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sebagai awal program pemberdayaan ekonomi di Desa Legai, pada tahun 2016 telah berhasil dibentuk KUBE Menjahit yang beranggotakan 10 orang.

Pada tahun 2017, kemampuan KUBE sebagai sarana pemberdayaan ekonomi terus ditingkatkan agar masyarakat, khususnya anggota KUBE Desa Legai dapat merintis kegiatan usaha produksi pakaian seragam. Mereka dilatih membuat seragam anak santri TPQ, seragam anak pramuka dan baju seragam karyawan tambang. Mereka juga mendapatkan pelatihan wira usaha kecil dan pelatihan simpan pinjam.

Lain lagi dengan kegiatan KUBE Bottom Plug di Desa Samurangau dan Legai, Kabupaten Paser, Kalimantan Selatan. Kegiatan KUBE sebagai satu satu program unggulan CSR Petrosea tersebut terus membukukan pertumbuhan omset usaha. Pada tahun 2017, nilai pendapatan dari kelompok KUBE di desa ini mencapai Rp 372.170.000 atau Rp 670.181.000 sejak tahun 2016.

Mulai tahun 2016, KUBE di dua desa tersebut telah mampu memenuhi permintaan bottom plug dari Petrosea, sehingga pada tahun 2017 kesejahteraan anggota KUBE meningkat. Selain meningkatkan produksi, diharapkan KUBE akan mendapatkan pelanggan baru yang akan dapat meciptakan unit usaha yang baru. KUBE juga akan diberikan pelatihan tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) serta pelatihan wira usaha kecil.

  • Kampung Wisata Kepiting

Keberadaan operasi Perusahaan di Kelurahan Kariangau, Balikpapan yang berada di sekitar perairan sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kondisi kehidupan nelayan. Oleh karena itu, sebagai wujud dari tanggung jawab sosialnya, Petrosea meluncurkan program Kampung Wisata Kepiting. Proyek ini merupakan income generating project bagi nelayan karena usaha utama sebagai nelayan sudah mulai menurun sehingga diperlukan usaha alternatif.

Program pengembangan wisata alam dipandang merupakan pilihan yang tepat mengingat kampung ini masih memiliki mangrove yang asri dan kegiatan turunannya yang dapat dijual. Program Kampung Wisata Kepiting akan menginisiasi kelompok nelayan untuk menggerakkan usaha ini.

  • Bidang Lainnya Selain tiga bidang kegiatan utama tersebut, Petrosea juga memberi perhatian dan respons yang cepat terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat di sekitar kegiatan operasinya, maupun di lokasi lainnya di Indonesia. Perhatian dan respons rersebut ditunjukkan melalui beberapa kegiatan yang mencakup pemberian bantuan pasca bencana dan pemberian donasi serta bantuan rutin.
  • Bantuan Pasca Bencana Petrosea memiliki kepedulian terhadap korban bencana alam dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah bencana alam seperti sembako dan bantuan lainnya. Selain itu, Perusahaan juga memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah yang terjadi di sekitar wilayah operasional, seperti kegiatan pasca bencana dalam bentuk penyediaan bahan kebutuhan dasar yang diperlukan para korban.
  • Donasi & Bantuan Rutin Dalam kegiatan kemasyarakatan, Petrosea berperan aktif dalam berbagai kegiatan, diantaranya perayaan hari besar keagamaan, hari kemerdekaan dan kegiatan pendidikan, kesehatan, olah raga, sosial, budaya serta kemasyarakatan lainnya dalam bentuk donasi dana ataupun bantuan material.

Biaya Yang Dikeluarkan

Total alokasi biaya yang dikeluarkan Petrosea untuk merealisasikan program CSR Perusahaan adalah sebesar Rp 518.515.000 dengan perincian sebagai berikut:

  1. Program Pendidikan Rp 234.710.000
  2. Program Kesehatan Rp 222.805.000
  3. Program Pemberdayaan Ekonomi Rp 61.000.000

Tanggung Jawab Kepada Konsumen

Kebijakan

Kepuasan konsumen merupakan kunci utama bagi kemajuan dan keberlangsungan usaha Perusahaan. Oleh karena itu, Petrosea berupaya untuk menumbuhkan budaya yang selalu mengedepankan pemberian hasil pelayanan dan produk bermutu terbaik kepada seluruh konsumennya.

Untuk memastikan hal tersebut, Perusahaan menerapkan standard operating procedure (SOP) terbaik yang diakui secara internasional melalui sistem terakreditasi ISO 9001:2008 untuk Sistem Manajemen Mutu yang diaplikasikan bersama dengan ISO 14001:2004 untuk Sistem Manajemen Lingkungan dan OHSAS 18001:2007 untuk Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja.

Tanggung Jawab Terhadap Konsumen

Untuk menjaga loyalitas konsumen, Perusahaan menerapkan standar layanan yang bertaraf internasional dengan menjaga hubungan erat dengan konsumen. Call center, survei pelanggan dan temu pelanggan adalah beberapa kegiatan rutin yang diselenggarakan sebagai sarana membangun hubungan dan mengukur kinerja Perusahaan.

Petrosea selalu berkomitmen untuk memenuhi berbagai kewajiban yang telah disepakati. Bentuk komitmen lainnya dapat dilihat dari pengungkapan informasi operasional Perusahaan yang dapat diakses melalui situs web Perusahaan, seperti laporan keuangan triwulanan dan tahunan, laporan tahunan, laporan keberlanjutan dan berbagai berita seputar perkembangan Perusahaan yang disajikan dalam rangka memberikan konsumen kenyamanan dalam bermitra dengan Petrosea.

Sebagai warga korporasi dunia, Petrosea berupaya menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar, agar kegiatan operasional Perusahaan dapat berjalan dengan baik serta memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk dan jasa yang diberikan Perusahaan telah sesuai dengan kebutuhan konsumennya. Dalam menjalin hubungan dengan masyarakat, CSR Officer Petrosea di masing-masing proyek bertindak sebagai External Relations Officer yang selalu siap menerima pengaduan/keluhan dari masyarakat setempat untuk selanjutnya dicarikan solusi atau pemecahan masalah dengan cepat dan tepat.