Kebijakan Harga Batu Bara Khusus Untuk Listrik Bakal Diperpanjang

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, perpanjangan penerapan harga batu bara khusus untuk sektor kelistrikan, memperti‎mbangkan stabilitas biaya pokok produksi listrik yang berujung pada stabilitas tarif listrik.

Untuk diketahui, kebijakan harga batu bara khusus untuk sektor kelistrikan, dengan patokan tertinggi sebesar USD 70 per ton akan berakhir pada Desember 2019.

Arifin melanjutkan, harga batubara khusus untuk kelistrikan ‎dengan patokan tertinggi USD 70 per ton bisa dipertahankan, saat ini pun tidak ada keluhan mengenai kebijakan tersebut.

Baca juga: Cadangan Minyak AS Meningkat, Harga Minyak Mentah Turun

“Kalau bisa bertahan kenapa enggak? Nggak ada keluhan kan,” ujarnya.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memperpanjang pemberlakuan harga batu bara khusus untuk sektor kelistrikan, dengan patokan tertinggi sebesar USD 70 per ton pada tahun depan.

“Kalau bisa stabil kenapa enggak?,” kata Arifin, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Selain memperpanjangan penerapan harga batu bara khusus untuk sektor kelistrikan, pemerintah juga akan memperpanjang kebijakan alokasi batubara khusus untuk sektor kelistrikan (Domestic Market Obligation/DMO).

Dikesepatan yang sama, Direktur Jendera Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengungkapkan, alokasi batubara untuk sektor kelistrikan ditetapan sebesar 25 persen dari total produksi batubara Indonesia.

“DMO batu bara lagi dievaluasi. Tapi yang jelas 25 persen kemungkinan tetap,” tandasnya.