Kaum Milenial Tersilaukan Investasi Emas

Kaum Milenial Tersilaukan Investasi Emas

Kaum Milenial Tersilaukan Investasi Emas
Kaum Milenial Tersilaukan Investasi Emas

Harga emas kini sedang berkilau dengan penuh sinar. Penurunan beberapa harga komoditas tambang tak mampu menahan laju perkembangan laju harga emas.

Emas menjadi pesolek di antara komoditas tambang karena dianggap sebagai pilihan investasi paling aman.

Emas merupakan komoditas investasi jangka panjang yang paling minim risiko dan aman.

Penjualan emas pun semakin bergeliat, khususnya di masyarakat Indonesia di kala pandemi Covid19 mewabah.

Produsen emas pun berlomba untuk memproduksi emas berukuran mini dan emas batangan yang diburu oleh masyarakat.

Dibandingkan periode awal tahun ini, harga emas naik cukup drastis, yang salah satu faktor utamanya karena adanya wabah pandemi Covid19.

Per tanggal 9 Agustus ini, penjualan emas telah mengalami peningkatan hingga 150 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Kepercayaan pada komoditas emas sebagai simpanan masa depan, memperlihatkan tren yang cukup positif.

Sementara itu di lapangan, PT. Aneka Tambang menyebutkan, produk emas yang paling banyak diburu oleh pembeli adalah yang berukuran 5, 10 dan 100 gram.

Lalu untuk ukuran emas yang lebih kecil yakni 0,5 dan 1 gram ternyata banyak dibeli oleh para pelanggan dari segmen milenial atau kalangan muda.

Permintaan yang cukup tinggi dengan segmen kaum milenial, membuat Aneka Tambang memanfaatkan layanan penjualan secara daring atau online, untuk memudahkan proses transaksi.

Pelanggan juga semakin dimudahkan dengan pilihan pembelian secara buyback atau pembelian kembali menggunakan layanan pesan singkat.

Berdasarkan laporan penjualan Antam, tercatat pada semester pertama tahun ini, nilainya mencapai Rp9,23 triliun.

Baca Juga: Ekspor Batu Bara Meningkat di Kuartal II

Di mana kontribusi terbesar dicatatkan dari penjualan emas sebanyak 69 persen atau nilainya sekitar Rp. 6,41 triliun.

Pasar domestik kini menjadi fokus utama perusahaan, guna memenuhi permintaan yang cenderung meningkat tersebut.

Nantinya perusahaan akan mengembangkan produk emas untuk ukuran lebih kecil mulai dari 0,1 gram.

Tujuannya untuk bisa memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat yang menginginkan berinvestasi pada logam mulia.