Kata Erick Thohir Soal Batubara dan Transisi EBT Indonesia

Must read

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, batubara masih digunakan pada sejumlah industri di tengah target pemerintah Indonesia dalam melakukan transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT) di tahun 2060. 

Erick Thohir  berpendapat, meskipun Indonesia sendiri sangat kaya akan batubara, namun saat ini kita harus mendukung transisi EBT untuk mendukung program net zero emission pemerintah Indonesia. 

Ia juga mengatakan bahwa turunan batubara masih dipergunakan untuk sejumlah kebutuhan industri dalam negeri. Pemanfaatan sumber daya alam tersebut sejalan dengan banyaknya cadangan batubara yang berada di perut bumi Indonesia. 

Erick mengatakan, pemanfaatan batubara masih difokuskan pada substitusi liquefied petroleum gas (LPG) melalui dimethyl ether (DME). Kemudian produksi gas untuk petrokimia. 

Indonesia juga masih banyak melakukan turunan batubara. Seperti misalnya petrokimia yang menjadi bahan dasar pembuatan obat-obatan. Batubara di Indonesia juga digunakan untuk mendukung industri tekstil. 

Sebagai informasi, di tengah digaungkan nya transisi energi dari energi berbasis fosil batubara menjadi EBT oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia, membuat sumber energi listrik EBT semakin kompetitif dengan energi berbasis fosil seperti batubara. 

Hal ini membuat industri batubara perlu melakukan berbagai upaya transformasi agar pelaku usaha batubara busa tetap bertahan di masa mendatang.

Baca Juga : Batubara Sumbang Penerimaan PPN Hingga Rp 439 Miliar

Terdapat tujuh peluang industri hilir batubara agar sektor tersebut bisa bertahan di tengah transisi EBT, seperti gasifikasi, peningkatan mutu, pembuatan kokas serta briket batubara, dan lain sebagainya. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article