Kalkulasi Dampak Penurunan Permintaan Batu Bara Dunia

Kalkulasi Dampak Penurunan Permintaan Batu Bara Dunia

Kalkulasi Dampak Penurunan Permintaan Batu Bara Dunia
Kalkulasi Dampak Penurunan Permintaan Batu Bara Dunia

Secara general pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang cukup berat bagi seluruh perusahaan tambang batu bara di Indonesia.

Perusahaan dipaksa harus mengambil kebijakan sulit atau menerapkan secara ketat efisiensi produksi.

Penurunan permintaan batu bara di pasar global secara langsung derdampak pada neraca keuangan dan kinerja PT. Adaro Energy Tbk (ADRO).

Namun, pemangkasan target produksi batu bara dan permintaan pada kuartal IV tahun ini yang diperkirakan kembali meningkat.

Hal ini bisa menjadi sentimen positif terhadap emiten batu bara dalam negeri. 

Analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, penurunan permintaan batu bara dunia akibat pandemic Covid-19 telah berimbas terhadap penurunan target produksi batu bara oleh sejumlah penambang domestik.

Besaran pemangkasan target berkisar 4-18% dari target semula. 

Penurunan permintaan batu bara global, menurut dia, terlihat dari data impor batu bara India yang turun hingga 35,8% menjadi 57 juta ton selama April-Juli 2020, seiring stok yang masih berlimpah di negara tersebut.

Jepang juga mencatat penurunan impor batu bara hingga 3,6% menjadi 62 juta ton sepanjang tujuh bulan tahun ini karena dipicu oleh pelemahan permintaan listrik bersamaan dengan rendahnya harga gas. 

Sedangkan impor batu baraTiongkok meningkat 6,8% menjadi 200 juta ton sepanjang Januari-Juli tahun ini.

Baca Juga: Inalum Tunda Enam Proyek BUMN Pertambangan

Permintaan tersebut diperkirakan lebih rendah pada semester II tahun ini, meskipun ada perbedaan harga jual batu bara dalam negeri dan impor.