Kalbar Serius Kembangkan Energi Nuklir

Energi Nuklir
Kalbar Serius Kembangkan Energi Nuklir

Demi menjawab kebutuhan energi yang murah, Pemprov Kalbar gencar mewacanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Beberapa negara maju yang sudah lebih dulu mengembangkan nuklir, sempat menawarkan kerja sama dalam hal ini. Salah satunya pemerintah negara Jepang.

Untuk membahas hal tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji beserta jajarannya bertemu dengan Kedubes Jepang dan pihak perusahaan Jaif International Cooperation Center (JICC). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja gubernur, Rabu (11/12) itu dalam rangka sosialisasi dan sharing perencanaan pembangunan PLTN di Kalbar.

“Jadi sosialisasi dan merencanakan ke depannya, bagaimana persiapannya, modelnya bagaimana, yang paling aman bagaimana, jadi (PLTN) terus dibicarakan. Jangan hari ini ngomong, nanti dibicarakan lagi tahun depan. Kapan mau realisasi,” ungkap Midji sapaan akrabnya.

Paling penting menurutnya proyek pemanfaatan energi nuklir di Kalbar harus lebih dulu masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Karena itu perlu dukungan penuh dari pemerintah pusat agar bisa terealisasi.

“Harus masuk dalam RPJMN, itu harus diperjuangkan. Perencanaannya sebenarnya sudah, bahkan ada satu negara yang siap, bahkan mereka ada PLTN yang terapung. Fukushima ketika terkena tsunami saja masih aman, itu dari sisi keamanan,” terangnya.

Kembangkan Energi Nuklir

Nuklir menurutnya bisa menjadi alternatif kebutuhan akan energi yang murah. Jika tidak ada energi yang cukup, Kalbar tidak akan mampu mengolah Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Sementara selama ini Kalbar hanya jadi penoton dengan hanya mengekspor SDA dalam bentuk mentah. “Mau mengolah sumber energi tapi infrastrukturnya tidak ada, ketika mau bangun tidak bisa. Itu yang harus kami selesaikan,” katanya.

Dalam hal ini, orang nomor satu di Kalbar itu mengatakan Pemprov perlu mengikuti teknologi terkini. Yakni dengan membangun PLTN. “PLTN yang terapung saja sudah ada, artinya jangan belum apa-apa sudah bilang bahaya dan sebagainya. Kedokteran juga sudah menggunakan nuklir, pertanian juga sudah,” pungkasnya.

Baca juga: Revisi UU Minerba, Kementerian ESDM Tidak Memiliki Kepastian Hukum

Kedubes Jepang di Jakarta Nakayama mengatakan, pihaknya menyambut baik ketertarikan Kalbar untuk membangun PLTN. Meski demikian untuk kerja sama selanjutnya tentu masih akan mengunggu keputusan dari pemerintah Indonesia.

“Kami masih menunggu keputusan pemerintah Indonesia mau membangun atau tidak. Kami melihat keseriusan yang begitu tinggi di Kalbar untuk membangun PLTN,” katanya.

Kesempatan ini menurutnya menjadi yang perdana. Sebab selama ini pemerintah Jepang belum pernah bekerja sama dengan daerah lain di Indonesia. Jika terwujud Kalbar akan jadi yang pertama. “Kalau kami lihat di kantor gubernur ini tadikan diberi kesempatan melihat ke sistem database yang begitu canggih. Artinya kan dari segi SDM ada, hanya lokasi yang tepat untuk membangun itu tentu harus disurvei lebih lanjut,” terangnya.

Secara geografis Kalbar juga dianggap sangat cocok sebagai daerah yang bisa mengembangkan PLTN. “Ya mungkin dari segi tempat, tsunami juga tidak ada, jadi cocok di Kalbar ini,” pungkasnya.