Jokowi Turunkan Harga Gas Industri

Jokowi Turunkan Harga Gas Industri

Jokowi-Turunkan-Harga-Gas-Industri
Jokowi Turunkan Harga Gas Industri

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menurunkan harga gas bumi untuk industri menjadi USDD 6 per MMbtu mulai tanggal 1 April 2020. Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif pada Rabu (18/3).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, keputusan ini akan berdampak kepada semua sektor. Sektor midstream menjadi yang paling terpukul.

Ia menjelaskan, kebijakan penurunan harga gas untuk industri ini memukul PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai pelaku industri midstream.  

“Untuk midstream ini saya kira yang akan paling berdampak. Jika Pemerintah menekan biaya distribusi dan transportasi turun menjadi 1,5-2 dolar AS per MMbtu akan sangat memberatkan industri midstream ini,” kata Mamit.

Menurutnya, kebijakan ini  berpotensi membuat PGN sebagai BUMN merugi. Hal ini dapat terjadi mengingat sebagai Badan Usana yang berniaga menggunakan infrastruktur, 95 persen biaya yang dikeluarkan PGN bersifat fixed cost.

“Pembangunan pipa transmisi, distribusi, dan pembangunan terminal regasifikasi untuk LNG semua sudah dilakukan dengan investasi yang tidak sedikit, jadi penurunan biaya capex sudah tidak mungkin dilakukan. Biaya operasi dan pemeliharaan jaringan juga tidak bisa dipangkas begitu saja karena terkait kehandalan jaringan pipa dan aspek safety” lanjut Mamit. 

Tidak hanya mengkhawatirkan kondisi yang bakal dialami PGN dalam waktu dekat, Mamit juga mengkhawatirkan nasib perngembangan industri midstream ke depan karena dianggap tidak menguntungkan lagi.  

Baca Juga: Harga Emas Antam Menguat

“Padahal untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik, kita masih butuh banyak sekali investasi di infrastruktur gas bumi. Saya masih belum melihat secara detail dari rencana Menteri ESDM untuk sektor midstream ini ke depannya akan seperti apa,” ujarnya.