Jokowi Lobi Presiden Cina Demi Batu Bara

Jokowi Lobi Presiden Cina Demi Batu Bara

Jokowi Lobi Presiden Cina Demi Batu Bara
Jokowi Lobi Presiden Cina Demi Batu Bara

Penjualan komoditas batu bara tanah air ke Cina mengalami pelambatan.

Cina saat ini sedang melakukan pengetatan kebijakan impor terhadap komoditas emas hitam yang menjadi bahan bakar utama pembangkit energi. 

Secara global, hingga saat ini pemerintah Cina memperkecil keran impor batu bara dari pasar global sebesar 300 juta ton.

Pengetatan impor oleh Negeri Tirai Bambu disinyalir sebagai langkah guna emprioritaskan pemanfaatan batu bara produksi dalam negerinya.

Diplomasi dagang pun dilancarkan Presiden Joko Widodo, Presiden Jokowi telah melobi Presiden Cina Xi Jinping untuk tetap membuka keran impor batu bara dari Indonesia.

Presiden minta kepada ke Presiden Xi Jinping kalau boleh mungkin masih impor dari Indonesia, mungkin 100 juta (ton) atau berapa sehingga itu nanti bisa membangun produksi industri batu bara Indonesia.

Cina merupakan negara tujuan ekspor batu bara utama Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), sekitar 33 persen dari total ekspor batu bara Indonesia tahun lalu ditujukan ke Cina, sekitar 27 persen ke India, dan sisanya ke negara-negara Asia lainnya.

Baca Juga: Optimasi Angkutan Batu Bara

Sedangkan sepanjang Januari-Juli 2020, volume ekspor batu bara Indonesia tercatat mencapai mencapai 238 juta ton atau turun 11 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 266 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83,01 juta ton dieskpor ke Cina.

Sebagai dampak pandemi Covid-19 permintaan batu bara global diproyeksikan terkoreksi signifikan hingga 100 juta ton.

Koreksi permintaan terbesar berasal dari dua negara utama pengimpor batu bara, yakni Cina dan India.