Jokowi Kirim Tim Untuk Temui Tesla

Jokowi Kirim Tim Untuk Temui Tesla

Jokowi Kirim Tim Untuk Temui Tesla
Jokowi Kirim Tim Untuk Temui Tesla

Presiden Joko Widodo akan mengirim tim tingkat tinggi pekan depan untuk bertemu dengan eksekutif puncak produsen mobil asal Amerika Serikat, Tesla.

Pertemuan ini berkaitan dengan tujuan Indonesia sebagai produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia.

Perjalanan itu dilakukan setelah Jokowi memberi selamat kepada Presiden AS terpilih Joe Biden atas kemenangannya.

Pemimpin Indonesia mengatakan dia berharap pemerintahan Biden akan mempromosikan stabilitas dan perdamaian dunia. 

Tim akan bertemu dengan eksekutif Tesla dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan.

Ini sangat penting karena Indonesia punya (cadangan) nikel terbesar dan juga punya rencana besar untuk menjadikan penghasil baterai lithium terbesar.

Luhut mengatakan juga akan mengadakan pertemuan dengan Bank Dunia dan pengelola dana AS (US Fund) untuk membicarakan Omnibus law dan proyek lingkungan di Indonesia.

Luhut menolak berkomentar secara khusus tentang rencana pertemuan dengan Tesla, tetapi mengatakan bahwa “ada peluang yang sangat bagus” bahwa perusahaan ingin berinvestasi dalam pengolahan nikel Indonesia untuk memangkas biaya.

Kepala eksekutif Tesla Elon Musk mengatakan dia berencana untuk menawarkan “kontrak raksasa untuk jangka waktu yang lama” selama nikel ditambang “secara efisien dan dengan cara yang peka terhadap lingkungan”.

Undang-undang Cipta Kerja yang baru mendapat kritik karena melonggarkan standar lingkungan.

Luhut mengatakan Indonesia bisa membuat rantai pasokan baterai ramah lingkungan dalam tujuh hingga delapan tahun, membuat smelter dengan sumber energi terbarukan.

Baca Juga: Vaksin Corona Perkuat Harga Batu Bara

Tujuannya, dapat menjual baterai ramah lingkungan untuk mobil di pasar Eropa pada 2030.

Jokowi berulang kali mengatakan UU Cipta Kerja sangat penting untuk memotong birokrasi, memacu investasi, dan meningkatkan daya saing pasar tenaga kerja.

Meskipun ada protes terhadap UU tersebut dari serikat pekerja, mahasiswa dan pencinta lingkungan, UU tersebut telah diterima secara positif oleh pasar.