Jokowi Ingin Nikel Dipamerkan di Hanover Messe

Presiden Jokowi ingin agar potensi nikel Indonesia dikenal luas di dunia. Karena itu, ia ingin agar komoditas itu dipamerkan dalam ajang Hanover Messe 2020 yang akan digelar pada 20 – 24 April 2020 di Jerman.

Saat memimpin rapat terbatas dengan topik persiapan Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020 di Kantor Presiden Jakarta. Jokowi mengatakan ingin menunjukkan Indonesia sebagai negara yang menarik untuk diajak bekerja sama.

Jokowi-Ingin-Nikel-Dipamerkan-di-Hanover-Messe
Jokowi Ingin Nikel Dipamerkan di Hanover Messe

Kerja sama itu mulai dari pengembangan industri energi ramah lingkungan, biodiesel. 

“Dan juga kita memiliki potensi nikel terbesar di dunia yang nanti bisa menghasilkan lithium baterai yang berperan pada energi masa depan,” kata Presiden di Istana Negara, Senin 17 Februari 2020.

Karena itu, Jokowi menekankan pentingnya persiapan serinci mungkin untuk mengikuti ajang Hannover Messe 2020. Apalagi waktu penyelenggaraannya tinggal 2 bulan lagi.

“Tampilkan wajah Indonesia sebagai negara emerging yang telah melakukan transformasi ekonomi ke industri 4. 0 yang berbasis riset dan inovasi penting untuk kita tampilkan,” katanya.

Jokowi-Ingin-Nikel-Dipamerkan-di-Hanover-Messe
Jokowi Ingin Nikel Dipamerkan di Hanover Messe

Presiden menambahkan, kali ini Indonesia yang tercatat menjadi negara mitra resmi atau “official partner country” pertama di Asia dalam ajang Honover Messe. Hal ini harus benar-benar dimanfaatkan.

“Harus diambil manfaat peluangnya bagi peningkatan ekonomi negara kita. Dan juga sebagai pintu masuk promosi perdagangan pariwisata dan investasi,” katanya.

Baca Juga : Dunia Tambang Mengajak Pekerja Muda! BERANI?

Menurut Jokowi, Hanover Messe tahun ini akan diikuti oleh 91 negara dan dihadiri lebih dari 200.000 pengunjung.

“Sebanyak 68 persen adalah CEO-CEO perusahaan besar dan diperkirakan akan mendorong sekitar 6,5 juta kontak bisnis,” katanya.

Hannover Messe merupakan pameran internasional tahunan terbesar di sektor teknologi industri yang berfokus pada isu terkait dengan industrial automation and IT (Industry 4.0), energy and environmental technologies, energy efficiency, research and technology transfer, robotics, cobots atau co-robots, dan isu terkini lainnya.