Joe Biden Bawa Harapan Cerah Nikel Indonesia

Joe Biden Bawa Harapan Cerah Nikel Indonesia
Joe Biden Bawa Harapan Cerah Nikel Indonesia

Prospek nikel Indonesia diprediksi bakal cerah setelah terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46.

Biden berkomitmen akan mendorong pemanfaatan komoditas nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

Komitmen tersebut didasari kebijakan mengurangi emisi karbon melalui industri mobil listrik.

Joe Biden berjanji akan mencegah perubahan iklim dan mengurangi emisi karbon.

“Kami akan membutuhkan undang-undang agar lebih banyak yang dapat kami lakukan,” ujar Biden. 

Selama masa kampanye, Biden konsisten mengedepankan program pengurangan pemakaian energi fosil yang tak ramah lingkungan. 

Setelah dilantik pada Rabu (20/1), Joe Biden langsung menandatangani tindakan eksekutif untuk masuk ke dalam perjanjian iklim Paris yang disebut Paris Agreement. 

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy menyebut prospek nikel sebenarnya sudah positif, bahkan sebelum Biden terpilih seiring kebijakan pemerintah mendorong pembangunan pabrik pemurnian (smelter) dan pelarangan ekspor mineral mentah sejak awal 2020. 

Oleh karena itu, Investasi industri logam dasar melonjak pada periode Januari sampai September dengan pertumbuhan hingga 85%.

Komitmen Biden dalam mengurangi emisi karbon lebih berfungsi untuk mendorong investasi masuk dari AS dalam membangun industri mobil listrik. 

Tidak hanya hilirisasi nikel saja, tapi produk utuh untuk mobil listrik.

“Apalagi kita mempunyai pengalaman dalam industri otomotif,” kata Yusuf. 

Selain nikel, komoditas batu bara pun akan cerah. Pulihnya permintaan dari Tiongkok akan mendorong perbaikan harga batu bara.

Dalam negeri pun masih banyak industri yang terus memakai batu bara. 

“Selama industri, seperti tekstil dan produk tekstil tumbuh, maka batu bara akan berpotensi tetap naik,” tambah Yusuf.  

Baca Juga: Pemerintah Akan Genjot Kas Negara dari Royalti Emas

Komoditas yang mungkin akan tertekan adalah minyak dan gas bumi (migas).

Kebijakan energi ramah lingkungan dari Biden akan membuat pemakaian bahan bakar fosil berkurang.

AS merupakan salah satu konsumen minyak terbanyak dunia, bersama dengan Tiongkok.