Jepang Buat Harga Batu Bara Mengambang

Jepang Buat Harga Batu Bara Mengambang

Jepang Buat Harga Batu Bara Mengambang
Jepang Buat Harga Batu Bara Mengambang

Dewi Fortuna belum menghembuskan angin segar bagi industri kepada batu bara.

Permintaan impor si batu hitam dari dua konsumen terbesarnya yaitu India dan China membuat pasar batu bara lintas laut (seaborne) masih enggan bersemangat.

Kondisi tersebut memberikan tekanan bagi industri batu bara tanah air. Harga batu bara termal Newcastle untuk kontrak yang ramai diperdagangkan kembali melemah.

Di sepanjang tahun ini harga batu bara telah terperosok hampir 30% dan berada di level terendah dalam empat tahun.

Pada perdagangan Selasa (25/8/2020), harga batu bara ditutup turun 0,2% ke US$ 48,8/ton.

Harga batu bara semakin turun ke bawah US$ 50/ton. Dengan begitu secara year to date, harga komoditas unggulan RI dan Negeri Kanguru ini sudah anjlok 29,3%.

Penurunan konsumsi listrik di sektor komersial dan industri India membuat negara tersebut sempat mengerem impor batu baranya, terutama saat lockdown diterapkan.

Namun seiring dengan pelonggaran lockdown dilakukan India cenderung membatasi impornya untuk mendongkrak permintaan domestik.

Hal yang sama juga dilakukan di China. Impor batu bara Negeri Panda sempat jor-joran.

Kini impor China pun mulai ditahan. Di saat China menahan impornya, pasar lain seperti Jepang pun tak bisa diharapkan banyak.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang, impor batu bara termal Negeri Sakura tercatat mencapai 8,9 juta ton di bulan Juli atau turun 14% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara jika dilihat pada periode Januari-Juli total impor batu bara Jepang mencapai 62,1 juta ton atau turun 3,6% dibanding periode yang sama tahun 2019.

Impor batu bara Jepang dari Rusia dan Indonesia cenderung flat tahun ini.

Itu artinya impor dari Australia dan Amerika Utara mengalami penurunan yang lebih dalam.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Anjlok

Lemahnya permintaan terhadap sektor pembangkit listrik semasa wabah Covid-19 merebak permintaan terhadap bahan bakar fosil pun turun.

Bahkan ketersediaan sumber energi alternatif seperti nuklir pun turun karena adanya perawatan (maintenance) serta upgrade. Ini lah yang menjadi faktor pemicu anjloknya harga batu bara saat ini.