Jasa Logistik dan Pendukung Kegiatan Minyak dan Gas Bumi Petrosea

Minyak dan Gas Bumi Petrosea
Jasa Logistik dan Pendukung Kegiatan Minyak dan Gas Bumi Petrosea

Meskipun harga minyak dunia perlahan bangkit dari harga terendahnya di tahun 2016, namun sektor ini telah berubah dibandingkan dengan keadaan sebelumnya dalam dekade terakhir, dimana kondisi ini memaksa para produsen minyak di seluruh dunia untuk mengevaluasi kembali strategi investasi mereka agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis di masa sekarang ini.

Di Indonesia, produksi minyak mentah sampai hari ini menyusut menjadi sekitar 800.000 barel per hari, dibandingkan dengan konsumsi sebesar 1,2 juta barel per hari pada awal tahun 2000. Oleh karena itu, pemerintah secara aktif mendorong produsen minyak mentah untuk memperluas kegiatan eksplorasi mereka ke wilayah Indonesia bagian timur.

Untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan Indonesia bagian timur, Petrosea meresmikan Petrosea Offshore Supply Base (POSB) di Sorong, Papua Barat, di samping fasilitas yang sudah ada di Tanjung Batu, Balikpapan, Timur Kalimantan. Pangkalan lepas pantai baru ini diharapkan akan memberikan dukungan logistik untuk semua kegiatan minyak dan gas bumi serta berdampak positif bagi perekonomian di wilayah setempat.

POSB Sorong diresmikan pada tanggal 10 Agustus 2017 dan langsung beroperasi untuk mendukung kegiatan BP Tangguh.

Di tengah kondisi sektor minyak & gas bumi yang tidak kondusif, lini bisnis ini mampu mengamankan sejumlah perpanjangan kontrak dan memperoleh kontrak baru, sebagai berikut:

  • Perpanjangan kontrak penyediaan fasilitas pangkalan lepas pantai di POSB Tanjung Batu dari Baroid Indonesia, Proyek Technip – Viking Neptune, Chevron Indonesia Company (IDD) dan Salamander Energy (Bontang) Pte. Ltd.
  • Kontrak baru untuk layanan shorebase di POSB Tanjung Batu dari Ophir Energy Indonesia, KrisEnergy, Pearl Oil Mubadala Petroleum, Talisman Sageri Ltd., dan PHE Nunukan.
  • Kontrak baru untuk penyediaan layanan shorebase di POSB Sorong dari BP Berau Ltd. untuk mendukung kegiatan pengeboran di Papua Barat.

Baca juga: Pemerintah Ingatkan Investor Sektor Pertambangan Untuk Taat Hukum

POSB Minyak dan Gas Bumi Petrosea

POSB mencapai lebih dari 60.000 metrik ton total muatan yang dipindahkan melalui dermaga, yang merupakan penurunan sebesar 59,60% dari tahun 2016. Penurunan volume ini menyebabkan pendapatan dari lini bisnis ini mengalami penurunan sebesar 28,40% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Di sektor logistik, POSB terus memperluas layanannya dengan membuka Pusat Logistik Berikat (PLB) ketiga di POSB Sorong, Papua Barat setelah sebelumnya dibuka di Tanjung Batu, Kalimantan Timur dan Marunda, Jakarta. PLB merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah Indonesia pada tahun 2016 untuk menurunkan biaya logistik dan mendorong efisiensi di seluruh industri di Indonesia. Sepanjang tahun 2017, sebagai operator PLB, Petrosea telah melampaui target yang ditetapkan yaitu 71,70%.

Beberapa kontraktor yang telah menggunakan fasilitas PLB dalam kegiatan pengeboran laut dalam di sekitar Selat Makassar adalah Saipem Indonesia dengan bersandarnya offshore drilling rig Scarabeo-7, IKM Subsea Indonesia dan Viking Seatech Indonesia.

Dengan berinvestasi di kawasan Indonesia bagian timur demi mendukung program pemerintah dalam pengembangan sektor minyak dan gas bumi di wilayah tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan jangka menengah dan panjang Perusahaan serta mewujudkan visinya untuk menjadi penyedia layanan logistik terpadu kelas dunia.