Jangan Panik Investasi Saham, Saat Tambang Turun

Jangan Panik Investasi Saham, Saat Tambang Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah melorot 7,11% secara year to date atau tahun berjalan hingga perdagangan sesi I, Jumat ini (14/2/2020).

Penurunan ini terjadi di tengah ramainya kasus investasi yang berujung pada pemblokiran rekening efek dan penutupan sejumlah produk reksa dana.

Jangan-Panik-Investasi-Saham-Saat-Tambang-Turun
Jangan Panik Investasi Saham, Saat Tambang Turun

Ditambah lagi, laju IHSG yang tertekan juga terdampak dari pasar global yang tengah menjadi ‘korban’ dari mewabahnya virus corona.

Data Johns Hopkins CSSE melalui Gisanddata, hingga Jumat pagi ini, total korban meninggal dunia mencapai 1.491 orang, dengan jumlah terinfeksi mencapai 64.429 orang, dengan China daratan terbanyak 63.848 orang, kemudian Singapura dan Hong Kong masing-masing 58 dan 53 orang.

Baca Juga : CPO ke Batu Bara & Minyak, Mana yang Paling ‘Licin’ Sepekan?

Dengan kondisi ini, apa kata investor pasar modal? Apa sebaiknya yang harus dilalukan investor dan calon investor yang ingin masuk berinvestasi membeli reksa dana, saham atau produk investasi pasar modal lainnya?

Investor saham kenamaan Indonesia, Lo Kheng Hong, menegaskan penurunan IHSG saat ini merupakan kesempatan bagi investor untuk masuk ke pasar saham, bukan malah panic selling.

“Invest in bad times. Sell in good times,” tegasnya, Jumat (14/2).

“…And you will get rich,” katanya lagi,

Menurut dia, penurunan harga saham adalah peluang emas bagi seorang investor, di mana ia bisa membeli saham perusahaan bagus dengan harga murah. Namun dia mengatakan untuk saat ini saham masih jadi pilihannya, bukan reksa dana.

“Masuk reksa dana takut kalau isinya saham gorengan,” kata Lo Kheng Hong.

Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor bertipe value investing di BEI dan sukses. Bahkan dia dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia karena sudah meraup untung dengan memilih saham-saham dengan fundamental baik dan valuasi yang murah.

Rentetan Saham Lo Kheng Hong

Dia memiliki beberapa saham saat ini, terutama di Grup Indika Energy. Di PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), anak usaha PT. Indika Energy Tbk (INDY), Lo Kheng Hong memiliki sebanyak 97.102. 000 saham atau sebesar 5,55%, sementara di anak usaha Indika Energy lainnya yakni PT. Petrosea Tbk (PTRO) dia punya sebesar 13,67% saham per Juni 2019.

Sebelumnya dia menguraikan tiga tips dalam berinvestasi di instrumen saham. Pertama, memastikan perusahaan tersebut menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Kedua, investasi di perusahaan yang memiliki keberlanjutan usaha yang bagus dan terus prospektif. “Kalau punya saham perusahaan besar seperti punya mesin pencetak uang,” katanya dalam gelaran Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat (23/8/2019).

Ketiga, lanjut Kheng Hong, investor juga dapat membeli saham yang bervaluasi murah. Akan tetapi, saran Lo Kheng Hong, ada prinsip yang harus dipegang teguh dalam berinvestasi saham, yaitu selalu berorientasi jangka panjang, bukan hanya meraih keuntungan sesaat,.

“Investasi itu berakit-rakit ke hulu, berenang renang ke tepian. Investasi menunda kenikmatan. Beli mobil konsumsi, beli saham itu investasi,” katanya.