Jadwal Hilirisasi Pertambangan Berpotensi Mundur

Jadwal Hilirisasi Pertambangan Berpotensi Mundur

Jadwal-Hilirisasi-Pertambangan-Berpotensi-Mundur
Jadwal Hilirisasi Pertambangan Berpotensi MundurJadwal Hilirisasi Pertambangan Berpotensi Mundur

Optimisme proyek hilirisasi pertambangan mendapat tantangan yang cukup berarti.

Pandemi Coid-19 menjadi batu sandungan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM sedang berpikir keras menata ulang cita-cita hilirisasi tambang melalui pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter). 

Staff Khusus Menteri ESDM bidang percepatan tata kelola mineral dan batubara (minerba), Irwandy Arief mengungkapkan, pandemi Covid-19 memang sangat berdampak terhadap proyek smelter.

Namun menurutnya, tidak tercapainya target pembangunan smelter bukan semata-mata karena Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan bakal ada 52 smelter pada tahun 2022.

“Kemungkinan tidak tercapai bukan hanya karena Covid-19 tapi karena faktor lain seperti pendanaan,” kata Irwandy.

Dari sisi jadwal operasional, ada dua simulasi yang dipaparkan Irwandy.

Pertama, jika pandemi covid-19 bisa diatasi pada pertengahan tahun 2020, maka pembangunan smelter, khususnya yang saat ini progresnya masih 40% ke bawah bakal tertunda sampai dengan akhir tahun 2022.

Kedua, jika pandemi Covid-19 berlangsung hingga akhir tahun 2020, maka pembangunan smelter, khususnya yang saat ini progresnya masih 40% ke bawah, bakal tertunda hingga tahun 2023.

Asal tahu saja, dalam rentang progres 40%-95%, pengerjaan proyek smelter masih berupa pengadaan alat pabrik, lalu konstruksi pabrik dan sebagian utilitas atau infrastruktur pendukung.

Setelah itu, baru smelter masuk ke tahap comissioning dan siap beroperasi.

Baca Juga: Harga Minyak Naik ke Level US$ 41,44

Dengan adanya Covid-19, proyek smelter bakal terganggu karena aktivitas pengerjaan dan arus barang pasti terhambat.

“Pasti, secara teknis dan operasional itu menghambat,” sebut Irwandy.

Sayangnya, dia belum membeberkan dengan detail proyek smelter mana saja bakal tertunda dan sudah mengajukan atau mendapatkan izin dari Kementerian ESDM.