IUPK Bermasalah, Arutmin Bisa Setop Produksi

IUPK Bermasalah, Arutmin Bisa Setop Produksi

IUPK Bermasalah, Arutmin Bisa Setop Produksi
IUPK Bermasalah, Arutmin Bisa Setop Produksi

Beberapa kontraktor jasa pertambangan besar, akan segera berakhir kontrak kerjanya.

Kontrak tambang PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), akan segera berakhir hanya dalam hitungan hari, tepatnya 1 November 2020.

Namun hingga kini pemerintah belum memberikan kepastian perpanjangan operasional tambang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada Arutmin.

Melalui General Manager dan External Affairs PT Arutmin Indonesia Ezra Sibarani mengatakan pihaknya hingga kini masih menunggu kabar baik dari pemerintah soal nasib Arutmin selanjutnya.

Dia menyebut pihaknya juga khawatir jika izin tidak kunjung diberikan, maka akan berdampak pada berhentinya operasional tambang batu bara perusahaan.

“Kita masih menunggu kabar baiknya. Dampaknya kita berhenti operasi,” ungkap Ezra¬†

Selain itu, pihaknya juga khawatir bila ini terjadi, maka berpotensi memunculkan tambang ilegal yang akan masuk ke area tambang Arutmin.

Bila ini terjadi, maka negara juga akan dirugikan karena penerimaan negara juga akan hilang.

“Penambang ilegal bisa masuk, tambang kita kebanjiran, sehingga banyak cadangan yang tidak bisa ditambang lagi, dan negara akan kehilangan penerimaan negara,” ucapnya.

Arutmin merupakan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B).

Baca Juga: Hilirisasi Batu Bara

Perjanjian karya ini akan berakhir pada hari Minggu mendatang, 1 November 2020.

Agar operasional tambang berlanjut, perusahaan harus mengganti rezim Perjanjian dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).