Iran – AS Mereda, Harga Minyak Mentah Turun ke Level $65,37

Data Bloomberg mencatat. Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 berakhir turun 5 sen di level US$ 59,56 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak Brent untuk kontrak Maret 2020 turun 7 sen di level US$65,37 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan pernyataannya di Gedung Putih untuk menanggapi serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari 2020 lalu. Ia menyampaikan komentar yang menghilangkan kekhawatiran potensi konfrontasi militer antara AS dan Iran. Serangan Iran itu merupakan aksi balasan atas serangan AS di Irak yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.

Meredanya kekhawatiran bahwa konflik Amerika Serikat dan Iran akan terus memanas mendorong harga minyak mentah turun dan kemarin ditutup di level terendah sejak pertengahan Desember tahun lalu.

Terlepas dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir, pasokan minyak dari kawasan ini terus mengalir tanpa hambatan. Ketegangan antara kedua negara nyaris tidak berdampak pada pasokan minyak ke pasar.

Baca Juga : Realitas Neraca Minyak Bumi Indonesia

“Pasar kini secara aktif mencoba stabil pascakrisis AS-Iran.” Tutur Gene McGillian, manajer untuk riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. “Dari titik ini, pasar akan mencari fundamental-fundamental yang menjadi pendorong (minyak) sebelumnya pada pekan lalu.”

Sebelumnya, harga minyak melonjak pekan lalu ketika AS membunuh komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara di Baghdad. Lonjakan harga minyak WTI berlanjut melampaui level US$ 65 per barel setelah Iran melancarkan pembalasan. Namun, kenaikan yang dibukukan minyak seketika meluncur ketika prospek perang antara kedua negara surut.

Kendati demikian, pihak Pentagon mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan dilakukan Iran selanjutnya. Sky Arabia melaporkan serangan roket baru yang menargetkan Zona Hijau di Baghdad kemarin. Ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di kawasan kaya minyak itu.