Investor Lirik Koleksi Aset Berisiko Buat Emas Lemas

Investor Lirik Koleksi Aset Berisiko Buat Emas Lemas

Investor-Lirik-Koleksi-Aset-Berisiko-Buat-Emas-Lemas
Investor Lirik Koleksi Aset Berisiko Buat Emas Lemas

Harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1.728,72 per ounce. Pada sesi sebelumnya harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2012 di USD 1.764,55 per ounce.

Harga emas turun dari level tertinggi selama lebih dari tujuh tahun pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan harga emas ini karena optimisme seputar uji coba vaksin virus Corona.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS melemah 1,3 persen menjadi USD 1.734,40 per ounce.

Kepala Perdagangan U.S. Global Investors Michael Matousek menjelaskan, salah satu alasan harga emas mengalami tekanan karena investor mulai masuk ke instrumen yang berisiko dan meninggalkan safe haven.

“Orang-orang mulai masuk ke pasar saham,” kata dia.

Wall Street melonjak dan harga minyak mencapai level tertinggi dua bulan setelah perusahaan pembuat obat Moderna mengumumkan bahwa eksperimen vaksin menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba tahap awal.

Baca Juga: AP3I Minta Tata Niaga Nikel Domestik Dikaji Lagi

Selain itu, investor juga mengandalkan lebih banyak stimulus untuk menyelamatkan ekonomi AS dari kemerosotan.

Gubernur Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa mereka akan menyuntikkan kebutuhan untuk tiga hingga enam bulan lagi bantuan keuangan dari pemerintah untuk perusahaan dan keluarga.