Investasi Sektor Minerba Diprediksi Melemah Hingga 2024

Ketua Umum Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo berpendapat sesuatu yang wajar investasi minerba setelah tahun 2020 mengalami penurunan. Hal itu karena industri mineral dimana pembangunan plant dan infrastruktur lainnya telah terjadi sebelum  2020. 

Investasi sektor mineral dan batu bara diperkirakan makin menurun hingga 2024. 

Di sektor baru bara, dengan kapasitas produksi maksimal yang ada dipastikan mampu mengakomodir RKAB produksi yang  diperoleh. Terlebih, pemerintah berencana menggendalikan batubara yang tentu jelas akan menekan pertumbuhan investasi infrastruktur tambang. 

Investasi-Sektor-Minerba-Diprediksi-Melemah-Hingga-2024
Investasi Sektor Minerba Diprediksi Melemah Hingga 2024

“Namun di sisi lain pendapatan negara akan naik di saat hilirisasi telah berjalan,” ujarnya

Saat ini pun hilirisasi batu bara tengah dilakukan. Adapun gasifikasi batubara pasti ditopang oleh proyek PT Bukit Asam Tbk, PT Pupuk Indonesia, PT Chandra Asri dan PT Pertamina. Untuk rencana gasifikasi batu bara oleh Perjanjian Karya Pengusahaan Batu Bara (PKP2B) lainnya, pihaknya belum melihat keseriusan. 

Baca Juga : Harga Batu Bara Naik 0,5%, Stock di China Mulai Menipis

“Selain juga untuk batubara juga dipengaruhi peta pertumbuhan impor batubara ke depan serta kondisi batasan bauran energi batubara di negara importir,” katanya. 

Hal itu dikarenakan besaran investasi dan kepastian perpanjangan PKP2B menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang ujungnya belum jelas bagi PKP2B.

Dorong Investasi Eksplorasi Minerba!

Singgih menilai investasi yang harus terus didorong saat ini justru di investasi eksplorasi minerba. Penetapan wilayah usaha pertambangan yang jelas dan sistem lelang yang menarik sekaligus meminimalisir masalah tumpang tindih menjadi sesuatu hal urgen yang harus diselesaikan oleh kementerian ESDM.

“Agar menarik investasi eksplorasi, memang diperlukan sistem lelang yang menarik,” ucapnya. 

Berdasarkan data Kementerian ESDM target investasi sektor mineral dan batu bara tahun ini mencapai US$7,74 miliar, lalu pada 2021 sebesar US$5,69 miliar.

Selanjutnya pada 2022 yang diperkirakan kembali turun menjadi US$4,35 miliar dan mencapai US$3,22 miliar di 2023. Pada 2024, target investasi sektor minerba diperkirakan hanya mencapai US$3,17 miliar.

Adapun realisasi investasi minerba pada 2015 mencapai US$5,26 miliar dari yang ditargetkan US$6,14 miliar. Sementara itu pada 2016, realisasi investasi minerba mencapai US$7,28 miliar, melampaui target US$6,5 miliar. 

Namun realisasi investasi sektor minerba menurun pada tahun 2017 yang hanya mencapai US$6,13 miliar dari yang ditargetkan US$6,9 miliar.