Investasi PLTU Berpotensi Diguncang Corona

Investasi PLTU Berpotensi Diguncang Corona

Investasi-PLTU-Berpotensi-Diguncang-Corona
Investasi PLTU Berpotensi Diguncang Corona

Global Energy Monitor (GEM) memperkirakan investasi 11 proyek PLTU batu bara di Indonesia berpotensi rugi hingga US$13,1 miliar.

Kerugian itu berasal dari pembangunan dan operasional yang tertunda di tengah wabah virus corona (covid-19).

“Perhitungan proyeksi kerugian itu akibat capital outlays karena adanya gangguan tenaga kerja dan rantai pasokan akibat pandemi global covid-19 yang mengakibatkan keterlambatan maupun penundaan proyek PLTU,” tulis GEM dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (26/3).

GEM mendapatkan proyeksi tersebut menggunakan model perhitungan kerugian investasi yang mengacu pada rerata capital cost yang dirangkum oleh Badan Energi Internasional (EIA).

Berdasarkan proyeksi GEM. Kerugian investasi terbesar diderita oleh proyek PLTU Jawa 7 dan Tanjung Jati B dengan nilai masing-masing US$3,2 miliar. Setelah itu, proyek PLTU Cirebon menyusul dengan estimasi kerugian US$1,6 miliar.

Selain ketiganya, kerugian juga akan diperkirakan diderita oleh proyek PLTU Bengkulu, PLTU Nagan Raya, PLTU Sumsel-1, PLTU Bangko Tengah (SS-8). Lalu, proyek PLTU Kalbar-1, PLTU Kalselteng-1, PLTU Sulbagut-1, dan PLTU Sulbagut 3.

Secara global, GEM memperkirakan investasi 14 PLTU batu bara di Asia Selatan dan Asia Tenggara berpotensi rugi hingga US$17,1 miliar.

Menurut GEM, kondisi tersebut menggambarkan tingginya kerentanan ekspansi PLTU batu bara global di tengah pandemi. Di saat bersamaan kelebihan kapasitas pembangkit listrik menambah beban dalam menghadapi kondisi resesi.