Investasi Minerba Tahun Ini Turun 15%

Investasi Minerba Tahun Ini Turun 15%

Investasi Minerba Tahun Ini Turun 15%
Investasi Minerba Tahun Ini Turun 15%

Pandemi covid-19 membuat pasar dan harga sebagian besar komoditas tambang anjlok.

Asosiasi pertambangan menilai, tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi bisnis di sektor mineral dan batubara (minerba).

Covid-19 membuat sejumlah proyek dan aktivitas pertambangan terhambat, dan berakibat pada investasi minerba yang ikut melambat.

Asosiasi Pertambangan Indonesia atau Indonesia Mining Association (IMA). IMA memprediksi realisasi investasi minerba tahun ini bakal meleset dari target.

Investasi minerba di tahun ini bakal turun sekitar 15% atau hanya menyentuh kisaran US$ 5,5 miliar.

Angka itu jauh dibawah target investasi minerba tahun 2020 yang mencapai US$ 7,749 miliar. Maupun realisasi tahun 2019 lalu yang sebesar US$ US$ 6,50 miliar.

Pendapatan (sektor minerba) mengalami penurunan 15%-20%. Di samping itu semakin sukar mendapatkan pendanaan.

Diperkirakan investasi tahun 2020 akan mencapai kisaran US$ 5,5 miliar.

Sangat sulit mengejar target investasi disisa tahun ini. Apalagi untuk komoditas batubara, tekanan pasar dan harga sangat terasa sehingga berdampak terhadap kinerja dan rencana perusahaan.

Menurut kajian dari sejumlah analis, kinerja emiten perusahaan batubara bisa anjlok antara 20% hingga 50% sebagai akibat dari penurunan harga yang begitu parah.

Akibatnya, perusahaan berada pada kondisi “survival mode” untuk bisa bertahan, ketimbang harus agresif menggenjot investasi.

Indikasi efisiensi yang dilakukan perusahaan antara lain dengan memangkas anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang sebelumnya ditetapkan di awal tahun sebelum pandemi covid-19.

Baca Juga: Begini Nasib Adaro dan Bukit Asam Selama Pandemi

Perusahaan yang dalam survival mode pasti akan melakukan efisiensi secara ketat. Sehingga berpengaruh terhadap rencana investasi.