Investasi di Sektor Energi Anjlok 26% Sepanjang 2020

Must read

Investasi di Sektor Energi Anjlok 26% Sepanjang 2020
Investasi di Sektor Energi Anjlok 26% Sepanjang 2020

Kementerian ESDM mencatat realisasi investasi di sektor energi sepanjang 2020 anjlok sebesar US$24,4 miliar, turun 26% dibanding 2019. 

Target yang harus dicapai sebesar US$33 miliar, tapi tidak terjadi karena beberapa kendala.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan sepanjang tahun 2020 realisasi investasi sektor ESDM hanya mencapai US$ 24,4 miliar. 

“Pada tahun 2020 US$ 24, 4 miliar karena ada kendala-kendala yang kita hadapi di tahun ini. Memang ada penurunan dibandingkan tahun 2019,” üjar Arifin.

Arifin melanjutkan, dari jumlah US$ 24,4 miliar tersebut sektor migas masih mendominasi sebesar US$ 12,1 miliar.

Disusul kelistrikan sebesar US$ 7 miliar, sektor minerba sebesar US$ 3,9 miliar, serta sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar US$ 1,4 miliar.

Arifin mengungkapkan, dari sektor migas masih didominasi oleh investasi di bidang produksi dan hulu migas. 

Selain itu, proyek-proyek kilang juga turut berkontribusi untuk investasi sektor migas.

Untuk tahun depan, Arifin menargetkan investasi di sektor energi dapat menyentuh US$36,4 miliar atau naik sebanyak 49,1 persen.

Detailnya, investasi di sektor energi baru terbarukan bisa mencapai US$2,9 miliar, mineral dan batu bara US$6 miliar, listrik US$9,9 miliar, dan migas US$17,6 miliar.

Diharapkan bahwa kendala pandemi corona pada 2021 bisa lebih terkendali. 

Pada tahun 2019 lalu realisasi investasi sektor energi ESDM mencapai US$ 33,2 miliar. 

Dengan demikian, investasi pada tahun 2020 anjlok 26,5% year on year (yoy). 

Arifin melanjutkan di 2021 Kementerian ESDM menargetkan investasi energi bisa mencapai US$ 36,4 miliar atau lebih tinggi dari realisasi investasi di tahun-tahun sebelumnya (2015-2020).

Merujuk data Kementerian ESDM, total investasi US$ 36,4 miliar bersumber dari sektor migas US$ 17,6 miliar, kelistrikan US$ 9,9 miliar, minerba US$ 6 miliar dan EBTKE US$ 2,9 miliar. 

Baca Juga: Ekonomi China Bangkit Bikin Harga Batu Bara Naik

Arifin mengungkapkan penetapan target investasi tahun ini didasari pada harapan pandemi covid-19 yang dapat terkendali. 

“Program vaksinasi untuk masyarakat vaksinnya sudah ada, mengingat jumlahnya maka harus ada penambahan berangsur,” jelas Arifin.

Selain itu, kondisi negara lain juga dinilai Arifin bakal mempengaruhi upaya mengejar investasi di tahun ini karena adanya ketergantungan terhadap impor barang. 

1 COMMENT

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article