Inilah Pentingnya Hilirisasi Nikel di Indonesia!

Inilah Pentingnya Hilirisasi Nikel di Indonesia!

Inilah Pentingnya Hilirisasi Nikel di Indonesia!
Inilah Pentingnya Hilirisasi Nikel di Indonesia!

Undang-Undang (UU) No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.

Mengamanatkan hilirisasi di sektor mineral dan batubara (minerba) melalui pembangunan smelter.

Hilirisasi pada industri pertambangan adalah untuk memberikan nilai tambah bagi hasil tambang.

Hal ini untuk mewujudkan cita-cita Indonesia, yaitu membangun industri minerba dari hulu ke hilir yang memberikan nilai tambah yang tinggi.

Tidak hanya itu manfaat lainnya juga menyerap tenaga kerja, juga menambang pemasukan bagi  negara. Dan tentunya banyak hal positif lainnya. 

Sebuah metode hidrometalurgi dapat digunakan sebagai cara  untuk memberikan nilai tambah, terutama pada bijih nikel dengan kadar rendah.

Proses tersebut dapat mengolah dan meningkatkan  bijih nikel dengan kadar rendah menjadi logam nikel murni yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan lebih menarik pasar mineral.

Indonesia memiliki cadangan nikel sebanyak 21 juta ton yang bisa bertahan lebih dari 30 tahun.

Saat ini, ada 48 proyek smelter nikel yang ditargetkan seluruhnya dapat beroperasi pada tahun 2024.

Proyek smelter nikel itu berlokasi di Banten, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara.

Meskipun terkendala pandemi Covid-19 maupun kesulitan lainnya, 11 smelter di antaranya sudah beroperasi.

Sedangkan 19 smelter lainnya sedang dalam tahap konstruksi.

Baca Juga: Produksi Batu Bara RI Diramal Hanya 520 Juta Ton

Semua smelter diharapakan sudah mampu berjalan secara optimal pada 2024.

Sehingga Indonesia mampu mengekspor tidak hanya berupa barang tambang mentah saja, melainkan sudah dalam bentuk produk olahan.