Inilah Alasan Kenapa Batu Bara capai Rekor US$118/ton!

Must read

‘Tahan Banting’ merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan harga batu bara saat ini, yakni setelah beberapa kali mengalami tekanan dalam seiring jatuhnya harga minyak mentah di pasar, batu bara kini berhasil mencatatkan rebound dengan rekor tertinggi mencapai US$118/ton. 

Posisi tersebut juga menjadi level tertinggi dalam hampir satu dekade terakhir. Apabila melihat tren dalam 10 tahun terakhir, maka pola harga batu bara seperti tahun 2016 silam.

Saat itu harga batu bara sempat tembus ke bawah US$ 50/ton pada April 2016. Namun dalam waktu singkat kurang dari enam bulan harga batu bara tembus level US$ 100/ton.

Hal yang sama juga terjadi sekarang. Akibat pandemi Covid-19 harga si batu legam sempat melorot ke bawah US$ 50/ton pada Agustus silam. Kemudian pada Mei tahun 2021, harga tembus US$ 100/ton.

Kenaikan harga batu bara tak lepas dari sentimen di pasar dan juga peranan China. Tren depresiasi dolar AS membuat sebagian investor melarikan uangnya ke aset non-cash yang diharapkan dapat menjadi lindung nilai (hedging) terhadap ancaman inflasi yang tinggi. 

Baca Juga : Happy Cuan! Harga Batu Bara Tembus Level US$ 118/ton

Salah satu yang menjadi perhatian adalah komoditas. Pasca krisis, ketika kebijakan makroekonomi di set longgar (akomodatif) biasanya ada fenomena pent up demand. Hal ini turut mengangkat kinerja harga berbagai komoditas dan memunculkan siklus commodity boom.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article