Ini Proyeksi Harga Minyak Setelah Keputusan OPEC+

Ini Proyeksi Harga Minyak Setelah Keputusan OPEC+

Ini-Proyeksi-Harga-Minyak-Setelah-Keputusan-OPEC+
Ini Proyeksi Harga Minyak Setelah Keputusan OPEC+

Pergerakan harga minyak yang bergerak secara fluktuatif, bahkan ekstrim membuat pasar investasi linglung dalam memproyeksikan harga minyak ke depan. 

Covid-19 dan kebijakan lockdown yang diambil beberapa negara menurunkan permintaan terhadap minyak begitu drastis.

Lembaga pemeringkat Moody’s melihat prospek harga minyak melemah (bearish). Moody’s memperkirakan komoditas tersebut turun rata-rata US$ 8 per barel pada tahun ini dibandingkan proyeksi pada Maret 2020.

Wakil Presiden dan Analis senior Moody, Alexander Perjessy. Ia mengatakan, penyebab turunnya harga minyak karena resesi ekonomi global pada tahun 2020 di semua negara ekonomi maju.

“Selain itu, berkurangnya perjalanan sehingga menekan permintaan produk-produk minyak di luar asumsi kami sebelumnya,” demikian tulis Alexander Perjessy.

Tetapi Moody’s menempatkan asumsi harga minyak jangka menengahnya di level US$ 45 hingga US$ 65 per barel.

Sementara Goldman Sach menilai Brent balik lagi ke US$ 35 per barel dalam beberapa minggu ke depan.

“Dengan harga minyak sekarang di atas US$ 40 per barel, pasokan akan terdorong untuk kembali. Tetapi kami percaya risiko penurunan telah meningkat secara substansial dan sekarang sedang terjadi koreksi 15-20 persen. Yang mungkin sudah berjalan setelah aksi jual wajar Senin,” kata Tim riset komoditas Goldman Sachs. Dipimpin oleh Jeffrey Currie menulis dalam sebuah catatan analis pada Selasa.

Baca Juga: 3 Industri ini Bisa Dongkrak Ekonomi Saat New Normal

Sementara bank Jepang, MUFG, memperkirakan harga minyak Brent sekitar US$ 35 pada kuartal ketiga 2020. Namun MUFG lebih percaya diri bahwa permintaan akan pulih menyusul peningkatan aktivitas Tiongkok dan rekor impor minyak pada Mei, atau naik 13 persen dari April.

Melihat reli saat ini melampaui ekspektasi jangka pendeknya. MUFG lebih yakin bahwa tahap awal proses pembukaan kembali ekonomi dapat berjalan lancar.