Ini Penyebab Harga Batu Bara Berfluktuasi

Ini Penyebab Harga Batu Bara Berfluktuasi

Ini Penyebab Harga Batu Bara Berfluktuasi
Ini Penyebab Harga Batu Bara Berfluktuasi

Harga batu bara belum stabil diperdagangkan.

Harga jual batu bara untuk kontrak yang ramai ditransaksikan ditutup melemah tipis cenderung stagnan di akhir pekan.

Meski begitu, harga komoditas unggulan Indonesia dan Australia ini mencatatkan penguatan dibanding pekan sebelumnya. 

Harga batu bara acuan Newcastle ditutup di US$ 54,45/ton. Harga batu bara melemah tipis 0,09% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Namun secara mingguan harga batu bara masih menguat 0,5%. 

Jika dibandingkan dengan posisi di awal tahun, harga batu bara masih terkoreksi sebesar 22,1%.

Namun sejak akhir April ketika harga batu bara menyentuh level terendahnya (bottom), pergerakan harga cenderung sideways atau stabil. 

Ada berbagai faktor yang menjadi pemicu pola pergerakan ini. Stabilnya harga minyak mentah cenderung membuat harga batu bara ikut tertopang.

Selain itu perkembangan positif seputar vaksin dan obat untuk virus corona juga turut mendongkrak harga aset-aset berisiko. 

Relaksasi lockdown di berbagai negara membuat aktivitas perekonomian kembali terpacu. Data industri seperti indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur pun mengalami perbaikan dalam dua bulan terakhir. 

Namun ada faktor lain yang susah membuat harga batu bara menguat. Secara fundamental, pasar batu bara lintas laut (seaborne) terutama di kawasan Asia Pasifik masih lesu.

Baca Juga: Harga Patokan Ekspor Mineral Terpengaruh Penurunan Permintaan

India dan China dikabarkan akan mengurangi impor batu baranya di semester kedua ini dan beralih ke pasokan domestik.