Ini Pemicu Harga Batu Bara Enggan Naik

Ini Pemicu Harga Batu Bara Enggan Naik

Ini-Pemicu-Harga-Batu-Bara-Enggan-Naik
Ini Pemicu Harga Batu Bara Enggan Naik

Angin segar belum menyapa komoditas emas hitam andalan Indonesia yaitu batu bara.

Bayang-bayang kelabu pandemi belum jua sirna. Harga batu bara cenderung stagnan di rentang bawah dalam dua pekan terakhir.

Harga batu bara Newcastle untuk kontrak yang ramai ditransaksikan melemah 0,94% ke US$ 52,85/ton. Sejak 10 Juni, harga batu bara bergerak di rentang sempit di US$ 52 -US$ 53 per tonnya. 

Saat ini harga batu bara patokan China yaitu Qinhuangdao terus menguat dan kini harganya dibanderol di US$ 80,21/ton. Harga batu bara domestik China sebenarnya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga batu bara lintas laut (seaborne).

Dalam kondisi normal (tanpa pandemi), biasanya situasi seperti sekarang ini, impor batu bara China seharusnya melonjak karena harga batu bara impor jauh lebih kompetitif. 

Namun pembatasan impor batu bara China sudah mulai dilakukan. Pembatasan ini untuk mendongkrak permintaan batu bara domestik.

Lagipula impor batu bara China sudah termasuk ‘jor-joran’ di bulan April ketika aktivitas ekonomi China mulai dipacu lagi pasca lockdown ketat.

Pekan lalu setidaknya tiga perusahaan utilitas China diminta oleh bea cukai lokal untuk membatalkan pengiriman 9-12 kapal kargo Supramax yang mengangkut 45-50 ribu ton batu bara (seaborne) untuk periode Juli dan Agustus.

Perusahaan-perusahaan utilitas tersebut dikabarkan telah menggunakan kuota impornya dan penjual diminta untuk mencari importir baru yang masih memiliki kuota di China. Reuters melaporkan kapal kargo tersebut kebanyakan berasal dari Indonesia dan Rusia.

Baca Juga: Pemasukan Negara dari Pertambangan Terancam Turun 20%

Kebijakan ini jelas mempengaruhi dinamika pasar batu bara lintas laut ketika permintaan global sedang lemah dan harganya sangat rendah. Di saat yang sama harga batu bara China juga sedang mengalami kenaikan.