INDY Tambah Kepemilikan Saham di Masmindo

INDY Tambah Kepemilikan Saham di Masmindo

INDY Tambah Kepemilikan Saham di Masmindo
INDY Tambah Kepemilikan Saham di Masmindo

PT. Indika Energy Tbk (INDY) terus menambah kepemilikannya di perusahaan pengelola tambang emas.

INDY melalui anak usahanya PT. Indika Mineral Investindo (IMI), menyelesaikan penyertaan saham tahap pertama sebesar 25% di PT. Masmindo Dwi Area, dengan nilai total penyertaan sejumlah US$ 15 juta.

Target kepemilikan tetap sebesar 40%.  Namun, belum ada timeline yang spesifik untuk menyelesaikan proses investasi ini.

Jika tidak ada aral melintang, maka tambang emas Awak Mas bisa beroperasi pada tahun 2022.

INDY akan terus menambah kepemilikan sahamnya di PT. Masmindo Dwi Area. Transaksi ini merupakan salah satu bentuk diversifikasi INDY ke bisnis non-batubara.

Penambahan kepemilikan saham ini setelah INDY mengantongi dua syarat, yakni Rapat Umum Pemegang Saham  (RUPS) Nusantara Resources Ltd (NUS) yang telah diadakan pada tanggal 29 April 2020, dan  persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan surat No. 286/32/MEM.B/2020 tanggal 25 Agustus 2020.

Setelah proses penyertaan ini, Indika Mineral Investindo dan Nusantara Resources masing-masing mengempit 25% dan 75% saham dari modal ditempatkan dan disetor Masmindo.

Nusantara Resources Ltd (NUS) merupakan perusahaan investasi pertambangan mineral yang mengembangkan proyek tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

NUS merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di bursa Australia. NUS adalah pemegang saham dari PT. Masmindo Dwi Area (Masmindo).

Proyek Awak Emas  memiliki perkiraan cadangan ore sebesar 1,1 juta ounce dan sumber daya sebesar 2 juta ounce.

Sebagai informasi, aksi korporasi yang dilakukan Indika Energy melalui IMI akan terdiri dari dua tahap.

Baca Juga: Harga Minyak Drop Akibat Melimpahnya Stok

Di tahap pertama, IMI melakukan penyertaan modal sebesar 25% saham di Masmindo senilai US$ 15 juta. 

Sementara pada tahap kedua, IMI memiliki hak untuk melakukan penyertaan modal 15% saham tambahan di Masmindo senilai US$ 25 juta.